nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilihan Minum Kopi atau Teh Ternyata Dipengaruhi oleh Hal Ini

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 19 November 2018 12:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 19 481 1979728 pilihan-minum-kopi-atau-teh-ternyata-dipengaruhi-oleh-hal-ini-kYKQDwizx6.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

GENETIKA memainkan peran penting dalam preferensi seseorang menentukan makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi. Contohnya pada minuman berkafein. Ada orang yang lebih memilih meminum teh daripada kopi karena mengira dirinya tidak kuat kafein. Tapi ternyata, bisa jadi anggapan itu salah.

Para ilmuwan di Northwestern Medicine dan QIMR Berghofer Medical Research Institute, Australia melakukan penelitian untuk menyelidiki berbagai cara orang merasakan pahit kopi, teh, dan alkohol. Mereka juga menganalisis pengaruh persepsi terhadap preferensi minuman. Hasil yang didapat ternyata berbeda dengan anggapan dari banyak orang.

Mungkin banyak orang yang mengganggap bila dirinya sangat sensitif terhadap rasa pahit sehingga menghindari minuman seperti kopi. Tapi, para peneliti menemukan mereka yang menghindari rasa pahit sebenarnya justru cenderung lebih kuat terhadap minuman berkafein. Hasil ini kemudian dipublikasikan dalam Scientific Reports.

Baca Juga: Jangan Habiskan Antibiotik Sisa, Malah Berbahaya untuk Tubuh

Para peneliti juga menjelaskan bila hasil tersebut didapat setelah menganalisis dua set data besar. Pertama, berasal dari penelitian terhadap 1.757 orang kembar di Australia yang berdarah Eropa. Peserta penelitian diminta menganalisis persepsi rasa dari saudara kembar dan persepsinya sendiri.

minum kopi

Hasil analisis menunjukkan genetika memainkan peranan penting dalam menentukan kemampuan seseorang merasakan rasa yang berbeda termasuk kepahitan kafein. Kumpulan data kedua diambil dari Inggris Biobank yang memberikan informasi mengenai jumlah minuman yang dikonsumsi ribuan orang di seluruh negeri setiap hari.

Baca Juga: 6 Sarang Kuman dan Bakteri di Rumah Sakit, Mana Saja?

Tim peneliti sampai pada kesimpulan jika orang-orang yang secara genetis cenderung memiliki persepsi kuat tentang rasa pahit kafein, maka ia cenderung memilih menjadi peminum kopi biasa.

“Anda mungkin mengira orang-orang yang sangat sensitif terhadap rasa pahit kafein akan minum lebih sedikit kopi. Tapi hasil berlawanan dari penelitian kami menunjukkan konsumen kopi memperoleh rasa atau kemampuan untuk mendeteksi kafein karena penguatan positif yang dipelajari dari kafein," ujar Marilyn Cornelis selaku asisten profesor pengobatan pencegahan di Sekolah Kedokteran Northwestern University seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (19/11/2018).

"Temuan menunjukkan persepsi kita tentang rasa pahit. Persepsi itu diinformasikan oleh genetika sehingga berkontribusi pada preferensi untuk kopi, teh, dan alkohol," pungkas Marilyn.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini