nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kisah Romantis Nabi Muhammad SAW Bersama Istri yang Bisa Ditiru Pasangan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 20 November 2018 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 20 196 1980131 3-kisah-romantis-nabi-muhammad-saw-bersama-istri-yang-bisa-ditiru-pasangan-z3YktbWuAD.jpg Kisah romantis nabi dan isterinya (Foto: Pixabay)

SEBAGAI seorang nabi sekaligus pemimpin umat Islam, Nabi Muhammad SAW tentu memiliki kesibukan untuk menyebarkan ajaran Islam dan menjalin hubungan dengan para sahabat. Namun di balik kesibukannya itu, beliau ternyata tidak pernah lupa untuk memperhatikan istri-istrinya.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan sikap romantis yang kemudian ditiru oleh para sahabat. Berikut Okezone rangkumkan 3 kisah romantis Rasulullah bersama istrinya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/11/2018).

Lomba lari dengan Aisyah

Sebuah kisah menyebutkan, semasa hidupnya Rasulullah pernah mengajak Aisyah untuk berlomba lari ketika mereka sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Kala itu, Aisyah berlari dengan gesit karena tubuhnya masih terbilang langsing dan ideal. Ia bahkan berhasil mengalahkan Rasulullah. Pada perjalanan selanjutnya, Rasulullah kembali mengajak Aish untuk berlomba lari. Namun kali ini, ia berhasil mengalahkan sang istri mengingat kondisi tubuh sang istri tidak selangsing dahulu kala. Setelah berhasil menang, beliau berkata, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang terdahulu,”. Itulah sikap romantisme Rasulullah kepada sang istri tercinta.

Meluangkan waktu bersama istrinya

Suatu hari, Aisyah terlihat sedang memperhatikan sahabat Rasulullah yang sedang berlatih pedang di dalam masjid. Rasulullah kemudian bertanya kepada istrinya, “Wahai khumaira, apakah engkau ingin melihat mereka berlatih?,” Aisyah menjawab “iya”. Mendengarkan kata-kata tersebut, Rasulullah lalu berdiri di depan pintu diikuti oleh Aisyah. Dengan romantisnya, Aisyah meletakkan dagu di pundak Rasulullah dan menyandarkan wajahnya di pipi Rasulullah. Tak selang berapa lama kemudian, Rasulullah berkata, “sudah cukup” Aisyah menjawab, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru”. Rasulullah lalu kembali menemani sang istri tercinta. Momen seperti ini terus terulang, hingga akhirnya Aisyah yang meminta Rasulullah untuk beranjak dari tempat mereka. Selidik punya selidik, sebetulnya Aisyah tidak benar-benar ingin melihat para sahabat berlatih. Ia justru ingin menghabiskan waktu di sisi Rasulullah.

Menjadikan lutut sebagai tumpuan untuk menaiki unta

Suatu waktu ketika perang telah berakhir, Nabi Muhammad SAW mendengar sebuah kabar tentang kecantikan seorang janda bernama Shafiah binti Huyai. Diketahui bahwa suaminya meninggal saat usia pernikahan mereka masih terbilang dini. Rasulullah kemudian memutuskan untuk memperistri Shafiah. Saat perjalanan pulang menuju Madinah, Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi SAW duduk di dekat untuk lalu meletakkan lututnya sehingga Shafiah bisa menginjakan kakinya di atas lutut beliau untuk menaiki unta,”.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini