nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Pasar Batik Tulis di Kancah Eropa? Designer Irma Susanti Beberkan Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 14:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 21 194 1980670 bagaimana-pasar-batik-tulis-di-kancah-eropa-designer-irma-susanti-beberkan-faktanya-v6w2k7sZBK.jpg Batik Indonesia (Foto: Dok.Okezone)

MASYARAKAT Indonesia sangat dekat dengan batik. Budaya bangsa ini menjadi ciri khas dan telah diakui oleh UNESCO.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa sekarang ini semakin banyak orang Indonesia yang mencintai batik. Mengenakan batik sama bangganya dengan mereka mengenakan busana dari desainer mode dunia.

Hal ini tidak lepas dari peran para desainer yang terus berupaya untuk "memodernkan" batik meski tetap berpatokan pada pakem batik tradisional itu sendiri.

Nah, ketika bangsa Indonesia sudah semakin bangga dengan batik, bagaimana citra wastra ini di mata dunia, khususnya di dataran Eropa?

BACA JUGA:

Terapi Canggih, Atasi Fobia Kecoa dengan Augmented Reality

desainer sekaligus CEO PT Indextix Pratama Indonesia Irma Susanti coba menjelaskan pada Okezone mengenai hal ini. Menurutnya, pasar Eropa ternyata cukup besar untuk batik, khususnya batik tulis.

"Sebenarnya, untuk kancah Eropa, batik tulis itu banyak diminati. Hal ini terbukti setelah saya show di London. Di mana setelah proses Business to Business (B2B) berlangsung, banyak buyers Eropa yang tertarik dengan batik tulis dan tak sedikit yang kemudian memesan batik ini dalam jumlah yang banyak," terang Irma dengan semangat di Preskon La Mode Sur La Seine a Paris di Kementerian Perindustrian Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Irma menceritakan bahwa ada buyers yang kemudian meminta dirinya untuk membuatkan batik berdasarkan logo perusahaannya. Jadi, batik tulis yang tercipta pun hanya milik orang yang memesannya itu.

Terkait dengan motif yang paling diminati pasar Eropa, Irma menjelaskan bahwa mereka itu suka dengan custome batik tulis. Jadi, gambarnya memang dari mereka lalu pihaknya yang membuatkan di atas kain batik tulis.

"Jadi, ketika ditanya motif apa yang disuka, saya bisa bilang mereka suka dengan batik custome. Pun dengan warna, pencinta mode Eropa ternyata lebih menyukai warna yang gelap seperti navy, biru dongker, dan hitam," sambung Irma.

Irma menjelaskan juga bahwa masyarakat Eropa juga tertarik dengan konsep 1 design 1 world. "Konsep ini yang kami terapkan untuk IDENTIX by Irma Susanti. Jadi, ada nilai lebih dari batik tulis yang tercipta," ungkapnya.

BACA JUGA:

5 Kuliner dari Jagung yang Enaknya Nagih, Meski Bahan Dasarnya Lagi Mahal

Bicara mengenai harga dan proses memesan, pencinta mode Eropa kalau menurut Irma tidak begitu sulit dan ribet. Ini karena motif batik yang diusulkan dari mereka, jadi pihaknya tinggal membuatnya di atas kain.

"Kalau masalah harga, orang Eropa itu nggak suka yang namanya nawar-nawar harga. Mereka sangat menghargai busana yang mereka akan beli," tambahnya sedikit tersenyum.

Irma menambahkan, dengan semakin terkenalnya batik tulis di dunia, diharapkan juga kesejahteraan para pengrajin batik tulis bisa semakin membaik. "Upaya kami terus berusaha agar batik tulis bisa semakin diminati masyarakat dunia dan berharap karya anak bangsa bisa membanggakan Indonesia," ungkapnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini