Makin Banyak Anak Kecil yang Jadi Selebgram, Eksploitasi Anakkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 196 1980839 makin-banyak-anak-kecil-yang-jadi-selebgram-eksploitasi-anakkah-HWIanJSDmg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MEDIA sosial menjadi sangat besar sekarang ini. Segala hal bisa dilakukan dan bahkan beberapa budaya baru muncul karena media sosial.

Perubahan budaya yang cukup terasa sekarang adalah minat atau cita-cita anak yang tidak hanya jadi dokter, guru, atau pilot, tapi ingin jadi youtubers atau selebgram. Budaya yang berubah ini kemudian membuat pertanyaan baru yang menggelitik, 'Apakah ada upaya orangtua untuk mengeksploitasi anak atau itu usaha menggiring minat anak?'.

Okezone coba mewawancarai Psikolog Analisa Widyaningrum mengenai hal ini. Menurutnya, hal pertama yang mesti digarisbawahi di sini ialah jangan pernah memaksa anak atas dasar ego orangtuanya.

 (Baca Juga:Mulai dari Tempat Duduk hingga Ayunan, 'Rak Buku' Ini Sangat Unik)

"Sudah banyak anak-anak yang kini menjadi selebgram, baik itu yang orangtuanya selebriti atau memang dari kalangan umum. Ini fenomena yang tidak bisa dibendung tapi mesti dipahami dengan jelas," terang Ana saat diwawancarai Okezone beberapa waktu lalu.

 

Ana melanjutkan, jangan pernah orangtua memaksakan egonya bahkan sampai membuat si anak merasa kehilangan masa bermainnya. Terkait dengan apakah boleh anak-anak memiliki media sosial bahkan menjadi terkenal, Ana menjelaskan bahwa itu adalah hak si anak. Tapi, harus ditegaskan di sini bahwa apa yang dilakukan si anak berdasar keinginannya sendiri.

"Jangan pernah paksa anak juga untuk mengikuti sistem kerja orang dewasa. Anak kecil itu berbeda dan momen bermain dan belajar adalah momen yang harus mereka terima," sambungnya.

Hal yang tidak kalah penting adalah orangtua jangan pernah memaksa anak untuk misalnya berpose di depan kamera ketika si anak sudah memberikan tanda dia tidak suka. Orangtua juga jangan kemudian menjadikan anaknya sebagai alat eksitensi sosial.

 (Baca Juga:Lisa dan Personel BLACKPINK Lainnya Bongkar Rahasia Miliki Tubuh Seksi)

"Pokoknya kalau si anak memberi respon tidak suka atau tidak mau, ya, orangtua jangan pernah memaksakan. Lakukan itu semua ketika si anak juga bahagia melakukannya," kata Ana.

Di sisi lain, terkait dengan konten yang dibagikan, Ana menyarankan untuk sebisa mungkin orangtua jangan membagikan foto anak dengan kondisi telanjang bulat atau dengan pose-pose yang mengundang para pedofil untuk mengincarnya.

"Sebab, makin ke sini makin banyak pedofil yang mencari targetnya di media sosial dan menggunakan foto tersebut untuk hal yang negatif. Jadi, apa yang dibagikan juga mesti berkonten positif dan minim tindakan tidak menyenangkan," tambahnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini