Benci dengan Pekerjaan Anda? Ini Sederet Trik Agar Merasa Lebih Bahagia

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 196 1980924 benci-dengan-pekerjaan-anda-ini-sederet-trik-agar-merasa-lebih-bahagia-CWDrYvMumF.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu tugas orang dewasa memang adalah bekerja. Akan tetapi sebagai pekerja, kita memang tak terhindarkan untuk merasa lelah bahkan hingga timbul rasa benci terhadap pekerjaan yang sedang digeluti.

Timbulnya rasa benci terhadap pekerjaan sendiri ini, pada dasarnya didorong oleh berbagai faktor. Mulai dari diri sendiri, lingkungan, rekan kerja, dan tentu saja, faktor soal atasan.

Jika Anda sedang berada di situasi ini, membenci pekerjaan sendiri. Jangan gegabah dulu, sebab ada kok trik-trik yang bisa dilakukan disesuaikan dengan situasi yang dialami, agar bisa merasa lebih bahagia tidak lagi membenci pekerjaan. Simak ulannya melansir Dailymail, Kamis (22/11/2018):

 (Baca Juga:Terapi Canggih, Atasi Fobia Kecoa dengan Augmented Reality)

1. Beban pekerjaan terlalu berat

Banyak orang memiliki beban kerja yang berat, dan alasan memiliki beban kerja yang berat adalah di tempat bekerja, pekerja yang tersedia lebih sedikit daripada beban pekerjaan. Sebagai individu, jika ingin merasa bahagia dalam pekerjaan, maka prioritaskan pekerjaan yang memang jadi tanggung jawab.

Dengan melaksanakan kewajiban utama diri sendiri, sehingga kita bisa berkata bahwa “Saya telah melakukan hal-hal paling penting yang harus saya lakukan, saya akan meninggalkan sisanya untuk nanti". Ketika sistem bekerja melalui surel, jangan lakukan semuanya sekaligus, buatlah urutan prioritas.

 (Baca Juga:5 Kuliner dari Jagung yang Enaknya Nagih, Meski Bahan Dasarnya Lagi Mahal)

2. Memiliki atasan tukang bully

Punya atasan tukang bully yang terus-menerus merendahkan dan membuat Anda tidak bahagia? Well, sayangnya untuk kondisi ini tidak ada solusi lain yang terbaik selain harus mencari pekerjaan lain. Sebab, sayangnya memang yang namanya orang dengan karakter tukang bully itu sangat sulit untuk berubah. Jika memberi tahu bos yang mengintimidasi, mereka adalah seorang pengganggu, mereka hanya akan mengganggu karyawannya lagi.

3. Rekan kerja yang tidak kooperatif

Saat dihadapkan dengan situasi ini, maka triknya adalah kita harus mencari tahu mengapa rekan kerja bersikap demikian. Biasanya ketika rekan kerja sudah mulai melenceng, dan akhirnya membebani kita. Berbagai faktor bisa jadi alasan, mulai dari karena kehidupan pribadi, pekerjaan yang berubah, atau bisa juga karena kemampuan yang ada tak lagi bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya. Trik terbaik ialah cobalah bicarakan soal hal ini kepada manager atau atasan, dengan catatan tidak akan membuat rekan kerja tersebut terjebak dalam masalah.

4. Bosan dengan pekerjaan

Coba bicarakan dengan atasan, bahwa kita ingin dan siap untuk mencoba berbagai hal-hal baru dari A sampai Z. Hindari secara langsung blak-blakan mengatakan, bahwa bekerja di sini membuat diri kita menjadi monoton tidak merasa tertantang.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini