nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tifus dan Tipes Itu Beda, Kenali Jenis dan Pencegahannya

Noor Chotijah , Jurnalis · Rabu 21 November 2018 16:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 21 481 1980658 tifus-dan-tipes-itu-beda-kenali-jenis-dan-pencegahannya-jkgcY13HcH.jpg Demam (Foto: Parade)

TIFUS atau demam tifoid, yang sering disebut tipes menjadi penyakit sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Kebanyakan diantara kita menganggap penyakit tifus dan tipes memiliki arti yang sama, padahal gejala tersebut sangat berbeda.

Dengan memiliki gejala yang hampir sedikit mirip maka sangat wajar jika setiap orang sering menganggapnya sama. Ternyata saat ini belum ada vaksin ampuh yang tersedia untuk pencegahan dan penyembuhan tifus selain praktik higienis yang ditingkatkan, penggunaan antibiotik dan insektisida yang efektif.

Maka untuk saat ini cobalah Anda kenali lebih jauh penyakit tifus yang sebenarnya. Untuk mendapatkan informasi, penyabab, jenis, dan pencegahan dari tifus simak beberapa penjelasan berikut, dilansir dari Boldsky, Rabu, (21/11/2018).

 BACA JUGA:

Dikabarkan Akan Bercerai, Intip Kembali Keseruan Liburan Gading Marten dan Gisel di Luar Negeri

Lalu apakah tifus itu? Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia, infeksi penyebaran dari kutu atau tungau. Tifus juga termasuk sekelompok penyakit menular yang meliputi, tifus epidemi, tipus murine, dan tifus scrub. Infeksi ini menyebar melalui arthropoda, yaitu hewan invertebrata seperti tungau, dan kutu.

Penyebaran bakteri ini dari gigitan serangga yang dapat menimbulkan bekas di tubuh, sehingga bisa terbukanya kulit jika sudah terkena goresan. Setelah bakteri bersentuhan dengan kulit yang terbuka maka akan mendapatkan akses ke aliran darah sehingga bereproduksi di dalam tumbuh.

 

Bakteri penyebab tifus tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya seperti sakit flu atau pilek. Ada tiga macam tifus yang berbeda, dan setiap jenisnya disebabkan oleh bakteri tertentu, yaitu:

1. Tifus epidemik louse-borne disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii, kutu rambut ini bisa pembawa infeksi ke dalam tubuh kita melalui aliran darah. Penyakit ini adalah bentuk tifus yang paling parah karena dapat menginfeksi sejumlah besar populasi dalam waktu singkat.

2. Tifus epidemik murine disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu kucing dan tikus. Penyebaran infeksi ini sering ditemukan pada daerah dengan iklim tropis dan subtropis.

3. Scrub tifus disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi, ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.

Gejala dari ketiga tifus memiliki beberapa varian dan yang paling umum, seperti, demam, panas dingin, ruam, sakit kepala, batuk kering, nyeri otot dan sendi. Biasanya berkembang selama 1 sampai 2 minggu setelah paparan dan bisa berkembang dari mulai yang ringan hinga berat.

 

Gejala tifus scrub mulai terlihat dalam sepuluh hari pertama setelah terkena gigitan. Bisa berakibat fatal bagi orang yang menderita penyakit berat karena dapat mengakibatkan perdarahan dan kegagalan organ.

Salah satu metode pencegahan termudah adalah menghindari perkembangbiakan hama dan kutu yang menyebarkan penyakit. Dengan menjaga kebersihan diri, hindari bepergian ke daerah yang penduduknya padat dengan kualitas kebersihan yang rendah, dan selalu memakai lotion anti serangga.

 BACA JUGA:

Terapi Canggih, Atasi Fobia Kecoa dengan Augmented Reality

Dalam keadaan darurat ekstrim, konsumsilah chemoprophylaxis dengan doxycycline sebagai tindakan pencegahan. Tetapi hindari untuk anak bayi, cukup gunakan pakaian tertutup dan minyak penghangat khusus.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini