nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumsi Kopi Hitam Dapat Mengurangi Risiko Alzheimer dan Penyakit Parkinson

Adinda Harum, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 22:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 21 481 1980826 konsumsi-kopi-hitam-dapat-mengurangi-risiko-alzheimer-dan-penyakit-parkinson-vbRgOjAf0a.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

ANDA pencinta kopi? Jika iya, ada berita baik untuk Anda. Pasalnya mengonsumsi kopi dapat mengurangi risiko Alzheimer dan penyakit Parkinson loh.

Dilansir dari Bustle, Rabu (21/11/2018), sebuah studi baru yang diterbitkan di Frontiers dalam Neuroscience menunjukkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko Anda Alzheimer dan Penyakit Parkinson, USA TODAY melaporkan. Para peneliti berpikir itu sebenarnya adalah fenilindan yang ditemukan dalam jumlah lebih tinggi dalam kopi panggang yang lebih gelap yang merupakan kunci untuk otak sehat. Itu karena fenilindan diketahui dapat mencegah dua fragmen protein yang umum terjadi pada Alzheimer dan Parkinson.

"Konsumsi kopi tampaknya memiliki beberapa korelasi dengan penurunan risiko pengembangan penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson," kata Donald Weaver, co-director dari Krembil Brain Institute dan salah satu penulis studi itu, mengatakan dalam siaran pers tentang penelitian tersebut.

 (Baca Juga:5 Fakta Masakan Padang yang Jarang Diketahui)

"Tapi kami ingin menyelidiki mengapa itu, senyawa mana yang terlibat dan bagaimana mereka dapat memengaruhi penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia," tambahnya

Phenylindanes adalah satu-satunya senyawa yang diselidiki dalam penelitian yang menjaga dua fragmen protein yang umum untuk Alzheimer dan Parkinson dari penggumpalan, menurut siaran pers tentang penelitian. Biji kopi panggang mengarah ke hasil fenilindan yang lebih tinggi, sehingga kopi panggang gelap tampaknya memiliki efek perlindungan yang lebih besar.

"Ini pertama kalinya ada yang menyelidiki bagaimana fenilindana berinteraksi dengan protein yang bertanggung jawab untuk Alzheimer dan Parkinson," Ross Mancini, penulis lain dari studi tersebut, seperti dikutip dalam siaran pers.

 (Baca Juga:Mulai dari Tempat Duduk hingga Ayunan, 'Rak Buku' Ini Sangat Unik)

Langkah selanjutnya adalah menyelidiki seberapa menguntungkan senyawa ini dan apakah mereka memiliki kemampuan untuk memasuki aliran darah atau melewati penghalang darah-otak.

 

Tetapi ini bukan studi pertama yang menguji efek kopi dan kafein pada kondisi neurologis seperti Alzheimer dan Penyakit Parkinson. Pada Januari 2018, sebuah penelitian diterbitkan dalam jurnal Neurology yang menemukan bahwa kopi tanpa kafein tidak memberikan manfaat perlindungan bagi pasien Parkinson, temuan yang bertentangan dengan penelitian baru ini.

Para peneliti menyimpulkan bahwa itu adalah kafein, bukan senyawa apa pun yang ditemukan dalam kopi, yang menawarkan manfaat farmakologis, sementara penelitian baru menemukan sebaliknya.

Meskipun sentakan kafein bagus tapi ada hal lain yang harus Anda ketahui. Kopi memiliki komponen lain yang dapat menurunkan risiko kanker hati dan usus besar, diabetes tipe 2, demensia, dan asam urat, menurut Harvard Health. Jadi walaupun ada baik tapi tetap saja jika dikonsumsi terlalu berlebihan akan tidak baik juga untuk kesehatan Anda.

Dengan demikian, ada baiknya bila orang-orang yang sudah lanjut usia mengonsumsi kopi dalam batas wajar dalam sehari-hari.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini