Peneliti Ungkap Metode Diet Ini Bisa Jadi Kunci Cegah 'Pikun' Demensia

Hanizha Fatma, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 481 1980848 peneliti-ungkap-metode-diet-ini-bisa-jadi-kunci-cegah-pikun-demensia-Caoi2VldFS.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

PENELITIAN menemukan bahwa diet makanan yang rendah protein dan tinggi karbohidrat dapat menjadi kunci untuk hidup lebih lama serta melindungi dari demensia. Seorang peneliti menemukan tikus yang diberi makanan rendah protein dan berkarbohidrat tinggi menunjukan kesehatan otak secara keseluruhan.

Study ini dipimpin oleh Devin Wahl, seorang PhD di University of Sydney di Australia. Dilansir dari Metro, dia mengatakan, “saat ini tidak ada obat yang efektif untuk demensia. Kita dapat memperlambat penyakit ini, tetapi tidak dapat menghentikannya. Kita mulai mengidentifikasi pola makan yang dapat berdampak pada otak.”

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Cell Reports yang menunjukan untuk pertama kalinya bahwa diet makanan rendah protein dan tinggi karbohidrat memiliki manfaat yaitu sebagai perlindungan untuk otak sebagai pembatas kalori.

"Kami memiliki hampir 100 tahun penelitian untuk menguji manfaat pembatasan kalori sebagai diet yang paling kuat untuk meningkatkan kesehatan otak dan menunda timbulnya penyakit neurodeganeratif pada hewan. Namun, sebagian besar orang mengalami kesulitan membatasi kalori, terutama di masyarakat Barat dimana makanan tersedia secara geratis," jelasnya.

“Ini menunjukkan bahwa kita telah mampu meniru perubahan gen yang sama dibagian otak yang bertanggung jawab untuk membatasi kalori," Tambahnya.

Diet Rendah Protein

Tentu saja diet rendah protein dan tinggi karbohidrat bukanlah hal yang baru. Penulis senior Profesor David Le Couteur mengatakan banyak negara termasuk orang-orang Okinawa di Jepang dan banyak bagian dari Mediterania telah lama mengamati ini.

"Diet tradisional Okinawa adalah sekitar sembilan persen protein yang mirip dengan penelitian kami. Dengan sumber-sumber termasuk ikan tanpa lemak, kedelai dan tanaman, dengan sedikit daging sapi. Yang menarik adalah salah satu sumber utama karbohidrat mereka adalah ubi jalar," tuturnya.

Para peneliti memberi makan karbohidrat yang berasal dari pati dan protein kasein yang ditemukan dalam keju dan susu ke tikus untuk menilai manfaat bagi otak. Mereka berfokus pada hippocampus atau wilayah otak yang berkerja seebagai penyimpan memori.

David menambahkan hippocampus biasanya merupakan bagian pertama yang memburuk jika terserang penyakit neurodegenerative seperti Alzheimer. Diet ini sama efektifnya dengan diet rendah kalori yang berguna untuk kesehatan dan pencernaan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini