nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Fast Fashion dari Sudut Pandang Designer Ali Charisma, Pencinta Mode Mesti Tahu!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 10:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 194 1981059 mengenal-fast-fashion-dari-sudut-pandang-designer-ali-charisma-pencinta-mode-mesti-tahu-LkNypa8YGi.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GELIAT Fast Fashion di mode dunia semakin licin. Semakin banyak pemain di ranah ini hingga akhirnya lupa ada designer yang mencipta karya lewat ilmunya.

Ya, Fast Fashion hadir sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mereka bermain dengan produk berharga miring, tanpa tahu dampak yang ditimbulkan. Sebut saja limbah pakaian yang semakin menumpuk atau penggunaan sumber daya alam yang berlebihan.

Masalah ini kemudian menarik bagi Okezone untuk dikulik. Designer Ali Charisma coba menjabarkan fakta sesungguhnya terkait tren Fast Fashion ini.

Baca Juga: Andalkan Gaya Sportwear Look, Baby Margaretha Umbar Lekuk Tubuh Seksi

"Bukan hanya di Indonesia Fast Fashion ini mewabah, tapi seluruh dunia pun mengalami hal ini. Karena itu, sudah waktunya ada perubahan," ungkap Ali pada Okezone saat ditemui usai Konferensi Pers "La Mode" Sur La Seine a Paris di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Ali menegaskan bahwa meski tren Fast Fashion ini luar biasa sekali mewabah, bagi orang fashion mereka rasanya masih mencintai slow fashion atau koleksi busana yang dibuat seorang designer.

Lebih jauh, Ali menceritakan bahwa ada perubahan tren di dunia. Seperti di Eropa, yang fast dan slow fashion sudah tercampur. "Mereka sudah tidak lagi mengandalkan Fast Fashion, khususnya untuk outer atau jaket. Palingan masih pake fast fashion hanya untuk basic atau dalemannya," ungkapnya.

Jadi, untuk luarannya, pencinta mode di Eropa itu menggunakan jaket atau outer yang dibuat designer. Hal ini guna memberikan statement yang jelas pada tampilan.

Baca Juga: Tampil Awet Muda, Begini Gaya Andalan Muzdalifah dengan Aneka Dress

"Dengan begitu, fakta di sini menjelaskan bahwa masih ada kesempatan bagi designer untuk menuju ke arah sana. Tetap mencipta produk fashion yang berkualitas," sambung Ali.

Ali juga menuturkan bahwa sudah waktunya masyarakat dunia, khususnya Indonesia, merindukan kualitas dari produk yang mereka kenakan. "Hal ini mesti digemborkan lagi supaya semakin banyak pencinta mode yang menghargai karya designer," tuturnya.

Sementara itu, Ali menjelaskan bahwa ada fakta yang belum diketahui banyak orang terkait Fast dan Slow Fashion ini.

"Sadar atau nggak, produk yang dibuat designer Indonesia itu sudah slow fashion sejak bahan mentah pakaian tersebut. Misalnya saja tenun dan batik yang mana pengerjaannya dengan tangan manusia," papar Ali.

Makanya, hal ini yang kemudian dianggap hebat dan luar biasa bagi bangsa luar. Sebab, untuk melakukan proses pengerjaan pembuatan koleksi sama seperti designer Indonesia, designer luar negeri mesti merogoh kocek begitu besar.

"Jadi, kini sudah saatnya pencinta mode bisa menentukan pilihan ke arah yang lebih baik yaitu menghargai designer lewat koleksi slow fashion, bukan lagi fast fashion," ujar Ali. (mrt)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini