nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontroversi Rasisme, Pagelaran Busana Dolce and Gabbana di Shanghai Batal

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 18:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 22 194 1981350 kontroversi-rasisme-pagelaran-busana-dolce-and-gabbana-di-shanghai-batal-T3nC1CUCy1.jpg Fashion Show Dolce and Gabbana di China dibatalkan (Foto:Fashionista)

BUKAN rahasia lagi, bahwa produk-produk keluaran salah satu rumah mode mewah ternama dunia asal Italia, Dolce and Gabbana digemari oleh banyak masyarakat di berbagai penjuru dunia, salah satunya di China.

Dengan melihat peluang China sebagai pangsa pasar fesyen yang begitu besar, maka tak heran rumah mode ini memutuskan untuk menghelat fashion show di Shanghai yang mana sebelumnya begitu dinanti-nanti.

 Seekor Kambing Lahirkan Anak Mirip Campuran Babi dan Manusia

Namun sayangnya, kini gelaran pagelaran busana tersebut tinggal rencana semata. Pasalnya, sebagaimana dilapor Economictimes, Kamis (22/11/2018) rumah mode asal Italia tersebut dikatakan memutuskan untuk membatalkan fashion show 'The Great Show' di Shanghai setelah terlibat dalam kontroversi rasisme.

Berita ini sendiri telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Dolce and Gabbana, melalui keterangan di laman akun Instagram resminya (dolcegabbana) pada Rabu 20 November 2018.

 

“Akun Instagram kami telah diretas. Begitu juga akun Stefano Gabbana. Kantor hukum kami sedang melakukan penyelidikan. Kami sangat menyesal atas kesusahan yang disebabkan oleh banyak postingan, komentar, dan pesan langsung tanpa izin. Kami tidak memiliki apa pun selain menghormati China dan orang-orang China, " bunyi pernyataan dari tim Dolce and Gabbana sambil meminta maaf kepada publik China.

Kontorversi rasisme yang tengah dihadapi oleh rumah mode ini, dikisahkan karena atas dirilisnya serangkaian video di media sosial. Dalam akun media sosial resminya, diketahui video berdurasi 40 detik tersebut menunjukkan seorang model China yang berjuang untuk makan pizza dengan bantuan sumpit. Kemudian di dua buah video lainnya, model yang sama diperlihatkan sedang mencoba untuk menyantap hidangan cannoli dan semangkuk spaghetti, sambil mengucapkan kalimat 'Dolce and Gabbana', di mana video ini seolah-olah diduga dibuat untuk mengejek cara orang-orang China mengucapkan kata-kata bahasa Inggris.

 Alat Vitalnya Diraba saat Pijat, Pria Ini Gugat Terapis ke Pengadilan

Terkait soal kontroversi rasisme ini sendiri, menurut laporan dari CNN, sebelum penundaan acara diumumkan, beberapa selebritas Cina, termasuk model, memilih untuk tidak menghadiri pertunjukan fashion show tersebut.

Sementara itu, soal kontroversi dengan masyarakat umum disebutkan lebih lanjut bahwa kejadian ini bukanlah kali pertama dialami oleh Dolce dan Gabbana. Sebelumnya, pada 2013, orang-orang melakukan protes di Hong Kong karena mereka diperintahkan untuk berhenti mengambil foto di gerai toko brand fashion bergengsi ini.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini