nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kotoran Wombat Bentuknya Mengapa Kubus? Ini Temuan Peneliti

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 11:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 196 1981111 kotoran-wombat-bentuknya-mengapa-kubus-ini-temuan-peneliti-ldOliUXABP.jpg Mengapa kotoran wombat bentuknya kubus (Foto:Ist)

BUMI memiliki flora dan fauna yang beranekaragam. Setiap spesies tumbuhan dan hewan yang ada, memiliki keunikan tersendiri. Tentunya, hal ini sangat menarik dan unik untuk kita pelajari.

Saat ini, perkembangan teknologi di dunia sudah sangat maju dan komptehensif. Meski demikian bukan berarti kita tidak perlu belajar lagi tentang alam semesta. Masih banyak misteri yang belum terkuak beserta fakta menarik yang belum kita pahami hingga saat ini.

Salah satu hal unik yang terus mendapat perhatian adalah wombat. Sebagaimana diketahui wombat adalah marsupial khas Australia yang memiliki cakar tajam dan kuat. Keunikan dari hewan ini adalah menghasilkan kotoran yang berbentuk kubus.

Banyak ahli dan pakar bertanya-tanya mengapa kotoran yang dikeluarkan hewan ini bisa menyerupai kubus. Tentunya bagi sebagian orang hal ini tidak begitu menarik, tapi bagi beberapa orang fenomena ini menarik untuk diteliti.

 wombat

Sebagaimana dilansir VT, Kamis (22/11/2018) wombat, merupakan kerabat besar koala asli Australia. Mereka bisa memproduksi sekitar 80 hingga 100 kubus kotoran setiap malam. Hewan soliter dan nokturnal ini hidup di liang bawah tanah di siang hari, dan menghabiskan waktu tidur rata-rata 16 jam per hari, sebelum pergi mencari makanan.

Kotoran yang mereka produksi bukan hanya berfungsi sebagai buangan, namun kotoran berbentuk kubus tersebut berfungsi untuk menandai wilayahnya. Mereka akan menjatuhkan tumpukan kotoran ini di dekat liangnya.

Yang menarik adalah bagaimana semua sistem tersebut bekerja dan menghasilkan kotoran berbentuk kubus? Para ilmuwan telah bingung bagaimana persisnya wombat mempertahankan bentuk kubus pada kotoran mereka.

Baru-baru ini, sebuah tim ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan alasan mengapa mereka memiliki sifat unik ini. Dipimpin oleh Patricia Yang dari Institut Teknologi Georgia, tim peneliti ini telah mengatakan bahwa mereka telah menemukan sistem pencernaan yang mengarah pada proses aneh ini.

“Struktur kotoran berbentuk kubik diciptakan oleh ekstrusi atau pencetakan injeksi, tetapi ada beberapa contoh dari sifat ini di alam,” tutur Patricia Yang.

Pada Pertemuan Tahunan ke-71 Divisi Fluid Dynamics American Physical Society di Atlanta pada hari Minggu , mereka mempresentasikan temuan mereka. Ia mengungkapkan bahwa telah memeriksa saluran pencernaan wombat yang ditemukan di Tasmania, Australia.

Wombat membutuhkan waktu antara 14 dan 18 hari untuk mencerna makanannya, dan para peneliti menemukan bahwa menjelang akhir proses, ketika faeces bergerak ke 8% akhir dari usus, itu berubah menjadi zat padat.

Saluran pencernaan yang panjang ini memungkinkannya untuk menyerap sebagian besar nutrisi dan air dari makanannya, dan di sinilah proses tersebut menghasilkan bentuk kubus, berukuran sekitar dua sentimeter.

wombat poo

"Strain lokal bervariasi dari 20% di sudut kubus menjadi 75% di tepi-tepinya. Dengan demikian, usus membentang secara istimewa pada dinding untuk memfasilitasi pembentukan kubus,” tutur salah satu tim penelitian.

Setelah mereka menggembungkan usus dengan balon panjang, tim peneliti menemukan bahwa dinding usus meregang secara tidak merata dengan punggung horizontal, yang memungkinkan pembentukan bentuk kubus ini.

Pada prosesnya, bagian akhir dari usus besar relatif halus, yang berarti bentuk kubik tidak berubah sebelum dilepaskan. Fakta bahwa kotoran begitu kering dan sangat padat, tidak terbukti hingga titik ini.

Penelitian tersebut mungkin terdengar aneh, tapi tim peneliti percaya bahwa temuan ini dapat memiliki implikasi di luar misteri. Menurutnya cara ini berpotensi memberikan beberapa wawasan ke dalam teknik manufaktur modern.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini