nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alat Vitalnya Diraba saat Pijat, Pria Ini Gugat Terapis ke Pengadilan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 22 196 1981221 kemaluannya-diraba-saat-pijat-pria-ini-laporkan-terapis-ke-pengadilan-gySyL1U30Z.jpg Seorang pria laporkan terapis ke pengadilan (Foto: Nextshark)

SEORANG pria asal New York, Amerika Serikat, melayangkan gugatan kepada salah satu terapis di tempat pijatnya. Dalam gugatannya, pria yang diketahui bernama Ronnie Arnau itu mengatakan bahwa sang terapis nekat menyentuh bagian vitalnya saat proses pemijatan berlangsung.

Dilansir Okezone dari Nextshark, Kamis (22/11/2018), kejadian ini bermula ketika Ronnie mendatangi panti pinjat pada 8 September lalu. Ia mengaku mendatangi tempat tersebut untuk melepaskan lelah dari rutinitas sehari-harinya.

Namun berdasarkan surat gugatan yang diajukan kepada Manhattan Supreme Court, pria berusia 34 tahun itu mengklaim bahwa ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres, ketika sang terapis bernama Pei Tian mulai meraba bagian vitalnya.

“Pelaku secara ekslusif meraba bagian vital Arnau dalam waktu lama. Hal itu membuatnya sangat tidak nyaman. Menyadari Arnau mulai tidak nyaman dengan pijatannya, Tian kemudian menggerakkan jari-jarinya ke titik lain tapi masih bagian vital juga,” demikian isi gugatan tersebut.

Padahal, Arnau tidak ada indikasi secara lisan untuk menyetujui Tian menyentuh alat vitalnya. Dia juga tidak pernah menunjukkan keinginan melakukan hal tersebut. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Arnau merasa sangat terkejut dengan tindakan Tian.

panti pijat

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Tian telah ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual setelah Arnau melapor kepada pihak berwenang. Namun, berdasarkan pengakuan seorang resepsionis di Living Fresh Men’s Spa, hingga saat ini Tian masih bekerja untuk perusahaan tersebut.

“Living Fresh Spa mengabaikan tuntutan Arnau. Mereka mengklaim bahwa selama ini pria gay di spa menyetujui sentuhan-sentuhan seksual yang dilakukan oleh para terapis,” kata Carrie Goldberg, pengacara yang mewakili Arnau dalam kasus ini.

“Banyak orang yang tertawa melihat kasus ini, tetapi mereka perlu tahu bahwa sebagian besar orang pergi ke tempat seperti itu untuk relaksasi bukan seks,” tukasnya. (hel)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini