nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pilu Gadis Cilik yang Meninggal Setelah Jadi Pengiring Pengantin

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 17:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 196 1981305 kisah-pilu-gadis-cilik-yang-meninggal-setelah-jadi-pengiring-pengantin-lMXYIAAI0u.jpg Paige menderita kanker otak (Foto: Nzherald)

ORANGTUA mana yang tidak hancur hatinya ketika anak mereka didiagnosis terkena kanker. Tak sedikit dari mereka yang merasa terpuruk. Tapi ada pula yang berusaha untuk bangkit dan terus memberikan yang terbaik bagi anaknya. Hal itulah yang coba dilakukan oleh pasangan dari Australia, Jacob Skarratts dan Tania Miller.

Keduanya harus menghadapi kenyataan bila gadis cilik yang ceria dan mengisi hari-hari mereka mengidap kanker otak. Pada awalnya anak bernama Paige itu mengalami sakit kepala. Ketika dibawa dokter untuk diperiksa, ditemukan tumor di otaknya seukuran lemon. Beberapa hari setelah itu dilakukan operasi untuk pengangkatan tumor.

 

Sayang, dokter mengatakan bila tumor yang menyerang Paige tidak dapat disembuhkan dan telah berkembang menjadi kanker. Gadis cilik itu pun harus menjalani kemoterapi dan radiasi pada awal Oktober lalu. Tapi ternyata reaksi dari pengobatan itu malah menemukan cairan dan darah di otaknya. Dokter memberi tahu jika tidak ada lagi yang bisa dilakukan dan gadis malang itu hanya bisa bertahan dalam waktu singkat.

 (Baca Juga:Pamor Gempita Bakal Bersinar Meski Gading-Gisel Cerai)

Mendengar kabar itu Jacob dan Tania hanya bisa menangis. Keduanya memutuskan untuk segera melangsungkan pernikahan karena Paige ingin menjadi gadis pengiring bunga. "Kami merencanakan pernikahan besar tahun depan yang saya pikir akan sempurna, tetapi ini luar biasa sempurna. Kamis itu adalah hari yang gelap, hari yang sangat gelap. Sulit ketika orangtua diberitahu bahwa anaknya hidup tidak lama lagi, tapi kami bahagia bisa melangsungkan pernikahan,” ujar Tania seperti yang dikutip Okezone dari NZ Herald, Kamis (22/11/2018).

 

Pernikahan itu telah dilaksanakan bulan lalu dan Paige sangat bergembira. Sebelum pernikahan itu terjadi, gadis cilik itu selalu berkata kepada setiap orang yang ditemui bila ia akan menjadi gadis pengiring bunga. Persiapan pernikahan pun dilakukan secara mendadak dalam waktu singkat yaitu 24 jam. Semuanya dimaksudkan agar keinginan tercapai.

 (Baca Juga:Alya Nurshabrina Melaju ke Babak Final Fast Track Kategori Talent di Miss World 2018)

 

"Paige cantik dan benar-benar menakjubkan. Dia adalah bintang pertunjukan dan telah menegaskan kembali ikatan kami sebagai keluarga. Dia berperan untuk menentukan siapa kami hari ini,” papar Tania.

Tidak begitu lama dari waktu pernikahan dan tiga hari sebelum ulang tahunnya, Paige meninggal dunia. "Hati saya sakit tetapi pikiran saya terbuka karena saya tahu tidak ada lagi kesakitan padanya. Dia telah melawan pertarungan terbesar yang akan membuat orang dewasa malu dalam hidup apabila menyerah. Saya sangat dan akan selalu bangga padanya,” tandas Tania.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini