nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orangtua Bercerai, Kebutuhan Financial dan Emosional Anak Diharap Harus Selalu Terpenuhi

Blenda Azaria, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 05:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 196 1981454 gisel-dan-gading-bercerai-psikolog-semoga-mereka-bisa-menjaga-peran-orangtua-untuk-gempi-ALI72ACJxl.jpg Kebersamaan Gisella dengan Gempita dan Gading (Foto: Instagram)
PERNIKAHAN yang sempurna merupakan dambaan bagi setiap pasangan. Namun, dalam setiap hubungan, pertengkaran pasti tidak bisa dihindari. Selain pertengkaran, ada banyak hal lain yang bisa mengganggu keharmonisan hubungan pernikahan hingga tidak jarang berujung pada perceraian.

Perceraian yang terjadi bisa membuat segala pihak tersakiti, baik itu suami, istri, anak, mau pun sanak saudara. Apalagi jika perceraian yang terjadi adalah perceraian public figure yang menjadi sorotan banyak orang. Sebagaimana yang terjadi pada pasangan Gading Marten dan Gisella Anastasia yang menikah tahun 2013.

Ketika pasangan suami-istri telah menempuh jalur akhir yaitu perceraian, satu-satunya korban yang paling terluka adalah anak. Kondisi mental anak bisa terganggu dengan adanya perubahan drastis pada ‘rumah’-nya. Apalagi dalam kasus ini, anak dari pasangan Gading Marten dan Gisella Anastasia, Gempita Noura Marten atau yang sering disapa Gempi, baru menginjak usia 3 tahun.

Banyak orang yang khawatir pada dampak psikologis yang dialami Gempi. Tagar #savegempi pun menduduki urutan nomor 1 sebagai Trending Topics di Twitter pada Rabu 21 November kemarin sebagai salah satu bentuk perhatian netizen kepada balita imut ini.

Sebagaimana penuturan Dra. A. Kasandra Putranto, seorang psikolog klinis forensik yang memberikan tanggapannya pada Okezone. “Tahun pertama pasca perceraian merupakan periode yang paling berat bagi anak. Anak seringkali merasakan distress, marah (anger), kecemasan (anxiety), dan hilang keyakinan (disbelief). Jika setelah perceraian kebutuhan anak dalam aspek apapun tidak terpenuhi, maka ada kemungkinan meningkatnya risiko masalah kesehatan mental pada anak-anak dan remaja.”

gisel

(Foto: Instagram)

Kasandra juga menjelaskan tentang sebuah studi mengenai dampak dari perceraian bagi anak. “Studi menunjukkan bahwa anak dengan orangtua yang bercerai mengalami masalah psikologis yang lebih tinggi. Perceraian membuat anak kesulitan beradaptasi dan memungkinkan terjadinya depresi. Selain itu, muncul juga masalah perilaku dan emosi sehingga anak lebih rentan melakukan perilaku-perilaku negatif.” tambahnya.

Namun dampak-dampak negatif itu bisa dicegah. Kasandra menegaskan lagi, “Berbeda jika orangtua yang telah bercerai mampu mempertahankan kerjasama sebagai figur orangtua. Orangtua yang telah bercerai diharap tetap memastikan kebutuhan finansial dan emosional anak selalu terpenuhi, dengan begitu seharusnya anak tidak mengalami masalah psikologis berat,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini