nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Dibuka Paska Gempa

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 00:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 22 406 1980954 jalur-pendakian-gunung-rinjani-resmi-dibuka-paska-gempa-UHaThi42Ls.jpg Gunung Rinjani (Foto: Kemenpar)

JALUR pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah secara resmi dibuka, untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi pada Agustus 2018 lalu.

Pembukaan jalur pendakian sekaligus dirangkai dengan peluncuran program e-Rinjani itu dilakukan Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, bersama Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, di Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (19/11).

“Atas izin Pemerintah pusat jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka,” ujar Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT melalui siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata.

Pembukaan jalur pendakian Aik Berik merupakan satu dari empat jalur pendakian resmi. Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Jalur pendakian di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, masih ditutup karena kondisinya rusak berat akibat gempa bumi sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

Bupati Loteng H Moh Suhaili FT mengatakan dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani melalui wilayah Lombok Tengah ini, untuk ke depan pihaknya akan melakukan penataan sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Utara Lombok Tengah. Karena itu, sangat diharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama agar apa yang diikhtiarkan bisa terwujud.

“Peluang ini bisa menciptakan lapangan kerja masyarakat, sehingga bisa dijadikan tempat untuk mencari rizki,” jelas Suhaili.

Untuk ke depannya, jalur pendakian di wilayah Lombok Tengah akan ada 5 titik yaitu Desa Karangsidmen, Desa Lantan, Desa Seteling, dan Desa Aik Bual. Jalur tersebut nantinya akan bertemu di satu titik batas wilayah Gunung Rinjani yang dikelola oleh TNGR.

“Jalur pendakian ini nanti yang terindah, ternyaman, dan termodern sedunia. “Ini juga bisa jadi penyeimbang antara pengembangan pariwisata di selatan dengan di utara,” pungkas Suhaili.

(Baca Juga: Viral Video Badai di Gunung Lawu, Kilat dan Petir Menyambar-nyambar)

Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti menyambut baik Pembukaan jalur pendakian Aik Berik Gunung Rinjani itu. Menurut Guntur, dengan dibukanya pendakian itu akan membuka kembali arus masuk wisatawan ke NTB karena Gunung Rinjani merupakan salah satu atraksi untuk membangkitkan pariwisata di NTB.

“Saat ini proses pemulihan untuk NTB sudah berjalan baik dan saat ini lombok sudah mulai ramai di kunjungi wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya pada World Travel Market (WTM) 2018 di London awal bulan November silam juga mempromosikan jika NTB sudah bangkit. Lombok sudah aman untuk di kunjungi," ujar Guntur Sakti yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik di Kementerian Pariwisata.

Sementara itu Kepala TNGR Provinsi NTB, Sudiyono mengatakan, pembukaan jalur ini sudah melalui persyaratan dan melibatkan semua pihak, karena hanya jalur ini yang layak, baik dari segi keamanan dan kebutuhan air bagi para pendaki. "Jalur pendakian di Aik Berik dibuka dalam rangka menghilangkan dahaga pendaki pecinta Rinjani," kata Sudiyono.

Disamping itu, melalui jalur pendakian ini, para pendaki dapat menikmati obyek wisata seperti air terjun, padang sapan, dan keindahan alam lainya. Sehingga para pendaki bisa lebih nyaman.

Saat ini pihaknya juga sudah melengkapi fasilitas pendukung lainya seperti penunjuk arah, serta para petugas porter atau guide. Sementara Jalur Senaru dan Sembalun masih ditutup, karena kondisi belum aman pasca gempa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini