nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Malam Pelal Ageng dalam Perayaan Maulid Nabi di Keraton Kanoman Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 15:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 22 406 1981227 melihat-malam-pelal-ageng-dalam-perayaan-maulid-nabi-di-keraton-kanoman-cirebon-g4DikrtRsE.jpg Peringatan Maulid Nabi di Keraton Kanoman Cirebon (Foto: Fathnur Rohman/Okezone)

MALAM Pelal Ageng Panjang Jimat yang diselenggarakan di Keraton Kanoman Cirebon, Rabu (21/11/2018), merupakan acara inti dalam memperingati kelahiran Rasulullah Saw. Dalam hal ini Pelal Ageng diartikan sebagai malam keutamaan yang besar, yakni malam di mana Rasulullah Saw lahir ke dunia.

Juru Bicara Kesultanan Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina menjelaskan, istilah Panjang Jimat berasal dari kata 'Panjang', yakni sebuah piring pusaka berbentuk bundar besar pemberian seorang pertapa suci bernama Sanghyang Bango dari Gunung Surandil. Sedangkan istilah 'Jimat' bermakna sebuah benda apapun pasti memiliki nilai sejarah dan nilai pusaka yang harus dijaga.

 (Baca Juga:Tidak Cuma Trending #Savegempi, Meme Sayang Gempi Ramai di Medsos)

"Istilah jimat sendiri hakikatnya adalah nasi yang sudah dimasak dengan cara dikupas satu-persatu, sambil melantunkan salawat kepada Nabi Saw. Kemudian oleh rombongan bapak Sindangkasih, disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan diiringi lantunan salawat dari rombongan Perawan Sunti. Perawan Sunti adalah, wanita yang suci (menjaga wudhu) dari hadas kecil dan hadas besar," kata Ratu Arimbi, saat ditemui Okezone usai prosesi Panjang Jimat, Rabu, 21 November 2018.

 

Ia juga mengatakan, salawat inilah yang menjadi syafa’at bagi umat manusia ketika tiba di hari pembalasan nanti. Lebih lanjut, menurutnya, semua rangkaian acara ritual dan tradisi yang ada di Keraton Kanoman Cirebon atau malam panjang jimat (Maulid Nabi Saw) ini, merupakan acara ritual terbesar, karena Nabi Muhammad menjadi sebab adanya dunia dan alam semesta. Sementara kelahiran Rasulullah Muhammad Saw, menjadi sebab terangnya cahaya Islam bagi alam semesta.

 (Baca Juga:Alya Nurshabrina Melaju ke Babak Final Fast Track Kategori Talent di Miss World 2018)

“Apa yang kita harapkan, apa yang kita minta berkah dari Gusti Allah itu bisa dikabulkan pada hari ini dan hari berikutnya,” ujarnya.

 

Prosesi Panjang Jimat sendiri diawali dengan Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, beserta para pinangeran bersiap-siap untuk menunggu kehadiran Sultan Raja Muhammad Emirudin (Sultan Kanoman XII). Selanjutnya rombongan pun melakukan pawai Alegoris dari pendopo Jinem, menju ke Masjid Agung Keraton Kanoaman.

Setelah iring-iringan Panjang Jimat masuk ke dalam masjid, kemudian dilanjutkan dengan Marhabanan, Tawasulan, dan juga doa-doa bersama untuk kebaikan masyarakat. Dalam prosesi tradisi tersebut, Ratu Raja Arimbi Nurtina berharap dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini, syafa’at dan berkahnya bisa didapat, sehingga sifat-sifat kebaikan Rasulullah bisa dipelajari oleh masyarakat luas.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini