nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Seperti Pria, Wanita Perlu Persiapan Lebih Jika Ingin Lari Maraton

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 22 481 1981211 tak-seperti-pria-wanita-perlu-persiapan-lebih-jika-ingin-lari-maraton-zbmh6o0Y4H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LARI marathon tidak hanya diikuti oleh kaum Adam saja, tapi juga para perempuan dapat berpartisipasi dan menjadi lebih sehat. Namun, saat mengikuti kompetisi marathon, kaum Hawa tidak boleh asal mendaftarkan diri, mesti memperhatikan persiapan sebelum kompetisi dan berlatih.

Hal yang tidak kalah penting dalam berlatih, para perempuan harus tahu kemampuan fisiknya dan perbedaan kemampuan diri antara perempuan dengan laki-laki. Jadi, saat berlatih tidak bisa menyamakan dengan pria, hal ini serupa yang dikatakan oleh Ellianah Setiady, salah satu anggota dari komunitas Senayan Runners dan Women Cycling Club.

"Kalau perempuan biasanya fisiknya jauh lebih lemah daripada laki-laki, tapi kalau latihan dengan rutin, maka tidak menutup kemungkinan dapat mengalahkan banyak laki-laki," ujarnya pada Okezone di kawasan Jakarta.

Baca Juga: Andalkan Gaya Sportwear Look, Baby Margaretha Umbar Lekuk Tubuh Seksi

"Tapi, secara over all laki-laki memang lebih kuat, ditambah perempuan ada siklus menstruasi, jadi pada hari-hari jelang mens bisa mengalami sedikit gangguan, seperti ada bengkak, mules, berpengaruh pada latihan tidak seperti laki-laki," tambah dia.

Ellianah mengatakan, dalam berlatih perempuan harus melakukannya sampai menjelang kompetisi, yang disesuaikan dengan jarak lari yang dipilih. Calon peserta lari marathon pun harus berlatih sesuai dengan kalender latihan mereka.

"Latihannya tergantung dari kompetisi marathon yang dipilih. Kalau 21,1 K, ada kalender latihan persiapan jelang kompetisi. Pada half marathon dengan jarak 21 kilometer, kita harus latihan lari seminggu diakumulasi 30 kilometer," imbuhnya.

Dalam keterangannya Ellianah menjelaskan, latihan bisa dibagi dengan sederhana, satu hari pertama calon peserta bisa berlari sejauh lima kilometer, dua hari kemudian tujuh kilometer, hari-hari berikutnya lima kilometer lagi, lalu menyiapkan satu hari seperti Sabtu atau Minggu yang mungkin larinya bisa mencapai 15 kilometer.

Baca Juga: Bikin Hati Bergetar, Ini Benda-Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW

Pola latihan lari tersebut, biasanya dilakukan untuk mengikuti kompetisi lari half marathon dan persiapan latihannya cukup dilakukan dua bulan.

"Akan tetapi, perlu diingat bagi para peserta sebelumnya harus memiliki fondasi, jangan langsung pada hari itu lari sejauh 21 kilometer. Banyak orang yang menganggap pernah berlari 10 kilometer, lalu mau langsung coba lari 21 kilometer akhirnya malah jalan," paparnya.

Oleh karena itu, latihan lari memang tergantung pada tujuan seseorang mengikuti kompetisi, ada yang untuk mendapatkan jarak, ada pula untuk menantang diri dengan kecepatan.

Bagi perempuan, saat latihan tapi berbarengan dengan masa menstruasi, jarak tidak dikurangi, tapi kecepatannya saja yang berkurang. Elliana sendiri tidak merasakan masa mens sebagai hambatan, tapi kecepatannya saja yang dikurangi dan pintar melihat kondisi badan.

"Kalau orang yang sudah well trained biasanya lari sudah jadi kebiasaan. Seperti saya sudah 30 kilometer setiap pekan, jadi 21 kilometer sudah dilakukan kapan saja," tandasnya.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini