nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelari Pemula Terutama Wanita, Disarankan Bangun Rutinitas Sebelum Ikut Maraton

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 22 481 1981300 pelari-pemula-terutama-wanita-disarankan-bangun-rutinitas-sebelum-ikut-maraton-tMRngd1yxU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK perempuan sudah mulai rutin berlari dan mengikuti kompetisi. Tapi, untuk mengikuti kompetisi tersebut, wanita tidak boleh asal ikut dan mendaftar. Banyak pertimbangan yang harus diambil terlebih dahulu dan mempelajari kemampuan diri.

Menurut Ellianah Setiady, anggota komunitas Senayan Runner, sebelum mengikuti kompetisi lari seseorang harus membiasakan lari terlebih dahulu. Selain itu, pelari mesti merasa nyaman dengan kebiasaan larinya, jangan sampai merasa tersiksa apalagi terluka, karena kuncinya hanya merasa bahagia dengan berlari.

"Kalau pelari pemula harus membiasakan atau membangun suatu rutinitas berlari lebih dulu. Kenyaman dengan berlari jarak jauh, napas sudah agak teratur, kalau sudah yakin, oke," jelasnya pada Okezone belum lama ini di kawasan Jakarta.

Baca Juga: Andalkan Gaya Sportwear Look, Baby Margaretha Umbar Lekuk Tubuh Seksi

Sementara untuk pilihan jarak, seorang pelari harus menyesuaikannya dengan kemampuan dan kebiasaan lari yang dilakukan. Jarak yang tersedia pada kompetisi, seperti 21 kilometer hingga 5 kilometer perlu dilakukan dengan bertahap.

"Tergantung jarak, kalau pilih lomba yang 10 k, tapi sudah pernah sekali dua kali ikut yang 5 k boleh lah dia coba 10 k. Perlu beberapa kali ikut lomba yang 10 k dulu memang," imbuhnya.

Tujuan dilakukannya lomba lari bertahap ini, menurut Ellianah agar pelari tidak merasa sakit atau mengalami cedera. Sebab, saat menambah jarak dan kecepatan, kaki akan mengalami masalah.

Baca Juga: Tampil Awet Muda, Begini Gaya Andalan Muzdalifah dengan Aneka Dress

"Disarankan pakai sepatu yang benar, sesuai jarak dan berat tubuh. Latihan lari kalau merasa happy, yakin, dan punya teman yang mendukung, itu boleh lanjut ikut kompetisi, kalau sekali tapi sudah merasa tidak nyaman, mungkin lari tidak cocok dengan dia, mungkin lebih cocok berenang, menurut saya selagi bisa ngobrol dengan teman, having fun, saya rasa itu kuncinya," paparnya.

Bagi pelari pemula yang sering merasa napasnya terlalu memburu, sulit mengatur napas, dan merasa dadanya sesak, Ellianah menyarankan untuk berlatih dengan mencoba jalan kaki bersama teman sambil ngobrol terlebih dahulu. Setelah itu, pelan-pelan bisa lari sambil mengobrol, begitulah latihan mengatur napas.

"Jadi yang paling benar kita bisa conversational run, jadi sambil lari sambil ngobrol, nantinya akan terbiasa napasnya seperti biasa, yang paling pertama harus dilatih adalah conversational run," tandasnya.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini