5 Jenis Oplas Ini Diprediksi Bakal Tren di 2019, Hidung Ultrasonic hingga Payudara Hybrid

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 22 611 1981186 5-jenis-oplas-ini-diprediksi-bakal-tren-di-2019-hidung-ultrasonic-hingga-payudara-hybrid-464ubeUynf.jpg Operasi plastik bakal tren di 2019 (Foto:Ist)

SEIRING dengan kemajuan zaman dan cara berpikir masyarakat secara umum, sekarang yang namanya operasi plastik alias oplas tak lagi menjadi sesuatu yang tabu.

Dari waktu ke waktu, jenis operasi plastik yang hadir di dunia estetika juga semakin berkembang pesat. Bukan lagi hanya sekedar operasi plastik di bagian hidung, bibir, atau payudara namun semakin ke sini jenis operasi yang ada semakin menjadi spesifik.

Jenis operasi yang semakin spesifik inilah yang kurang lebih disebutkan, akan menjadi tren operasi plastik di 2019 mendatang. Seperti lima contoh jenis operasi plastik yang disebutkan oleh Professor Sforza, dari MyAesthetics, sebagaimana diwarta Dailymail, Kamis (22/11/2018). Berikut di bawah ini pemaparan singkatnya.

(Baca Juga: Ajukan Cerai, Intip Gaya Seksi Gisella Anastasia kala Mesra Bareng Gading Marten)

(Baca Juga: Tidak Cuma Trending #Savegempi, Meme Sayang Gempi Ramai di Medsos)

 

1. Ultrasonic nose jobs:

Operasi hidung yang biasa membutuhkan banyak waktu downtime alias rehat, namun jenis operasi hidung ultrasonic rhino-sculpture ini dikatakan akan semakin populer karena menjanjikan waktu penyembuhan yang lebih singkat dan hasil yang lebih tajam. Teknik lain pahat dan file di tulang hidung, yang dapat menyebabkan trauma jaringan. Namun, dengan menggunakan alat seperti probe yang memancarkan energi ultrasonik, ahli bedah akan secara akurat membentuk hidung sehingga meminimalkan kerusakan pada tulang rawan atau jaringan lunak.

 Ultrasonic rhino-sculpture is becoming popular with patients, according to Professor Sforza of MyAesthetics who has revealed the biggest trends to come in 2019 (file photo)

2. 4K revolution :

Di tahun ini, sudah terlihat peningkatan pencitraan 3D virtual reality untuk membantu meningkatkan pengambilan keputusan seputar prosedur kosmetik. Nah nanti di 2019, teknologi 4D yang diperkenalkan di klinik. Pemakaian teknologi 4D augmented reality ini memproyeksikan pemindaian tubuh penuh dari tubuh pasien ke layar cermin, menunjukkan refleksi sang pasien pasca- prosedur (misalnya dengan ukuran dan bentuk payudara yang disesuaikan) dalam skala proporsi tubuh hidup penuh.

Teknologi 4D ini sejatinya adalah kemajuan pesar untuk jenis operasi seperti pembesaran dan rekonstruksi payudara, karena itu akan memungkinkan pasien untuk memilih implan agar sesuai dengan anatomi mereka masing-masing, serta membantu pasien melihat bagaimana payudara akan tampak terangkat, dikurangi atau direkonstruksi.

3. Lip lifts :

Bicara soal prosedur kosmetik untuk bibir, maka filler jadi prosedur kosmetik yang paling umum. Well, di 2019 nanti diprediksikan permintaan 'tampilan bibir' yang lebih alami akan meningkat. Di 2019 mendatang, disebutkan para pasien akan lebih mencari efek bibir yang lebih bernuansa, daripada memilih tampilan bibir yang lebih besar yang mungkin tidak sesuai dengan bentuk wajah masing-masing.

The lift lip helps to raise the lips¿ edges and creates a more natural, plumper appearance (as well as adding definition to the Cupid¿s bow, according to Professor Sforza (file photo)

Lip lift, prosedur permanen yang biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal dalam waktu kurang dari satu jam. Operasi ini memperpendek jarak antara bagian bawah hidung dan bagian atas bibir ( philtrum) dengan mengukir garis berbentuk pengadu di bawah lubang hidung, sehingga membantu 'mengangkat' ujung pinggir bibir dan membua tampilan bibir secara keseluruhan akan lebih natural dan berisi.

4. Face-lift 3D:

Operasi plastik kecil di 2019 mendatang dikatakan akan semakin populer, salah satunya face-lift 3D. Jenis operasi baru ini membuat wajah menjadi padat dengan menarik jaringan di dalam wajah kembali ke tulang pipi, di mana dokter bedah akan membuat sayatan di setiap telinga untuk menjangkau jaringan wajah bagian dalam, yang biasanya menurunkan wajah ke bawah karena penuaan.

The 3D face lift technique creates a more attractive look ┬┐ described as a fuller, youthful appearance rather than a tight ┬┐ and possible wind tunnel ┬┐ effect (file photo)

Sehingga wajah ditarik kembali ke atas dan digantung pada tulang pipi. Face-lift 3D ini disebutkan menyebabkan jaringan parut lebih sedikit karena prosesnya yang tidak melibatkan pemotongan sebanyak kulit. Teknik ini menciptakan tampilan yang lebih menarik - penampilan wajah yang lebih penuh dan lebih muda.

5. Hybrid boob:

Ialah operasi payudara hibrida yang menggabungkan implan dengan kemungkinan pembentukan kembali yang dihadirkan oleh transfer lemak. Teknik ini menciptakan payudara yang terlihat lebih alami tanpa harus menempatkan implan di bawah otot.

According to Professor Sforza, the 'hybrid' boob job greatly reduces the risks of issues like capsular contracture or potential sagging over time (file photo)

Prosesnya ialah dengan menggabungkan transfer lemak, augmentasi payudara hibrida juga memungkinkan penggunaan implan yang lebih kecil, sehingga risiko masalah seperti kontraktur kapsuler atau potensi kendur seiring waktu, sangat berkurang. Belum lagi waktu pemulihan pasca-operasi yang bisa dikurangi menjadi kurang dari seminggu dalam banyak kasus.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini