nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aneh Tapi Nyata, Jalan Mundur Bisa Tingkatkan Kemampuan Daya Ingat

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 21:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 23 481 1982007 aneh-tapi-nyata-jalan-mundur-bisa-tingkatkan-kemampuan-daya-ingat-c0PcAxGU5g.jpg Jalan mundur tingkatkan daya ingat (Foto:Ist)

SEIRINGĀ  bertambahnya usia kita, memang kita cenderung menjadi pelupa. Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kinerja otak, mulai dari mengonsumsi vitamin hingga olahraga untuk yang mendorong daya ingat.

Namun, sebuah studi terbaru mencatat orang yang berjalan mundur, berkinerja lebih baik dalam tes memori dibandingkan dengan mereka yang berdiri diam atau berjalan ke depan. Demikian dilansirdari thehealthsite.

Dilansir Okezone dari Thehealthsite, Jumat (23/11/2018), para ahli dari Universitas Roehampton meminta 114 relawan untuk melihat video, dimana tas wanita dicuri dan kemudian menjawab kuesioner tentang apa yang dapat mereka ingat.

Dilaporkan, setelah menonton video, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok memisahkan orang yang berjalan ke depan, dan beberapa ke belakang sejauh 30 kaki atau sekira 10 meter. Sementara kelompok lainnya hanya berdiri di satu tempat.

Hasil gambar untuk memory

Kemudian, mereka ditanyai 20 pertanyaan tentang video. Dari penelitian tersebut, terungkap bahwa kelompok yang berjalan mundur memiliki dua jawaban yang lebih benar mereka yang berjalan maju dan yang hanya diam saja. Salah satu kelompok memiliki prosedur serupa tetapi menguji berapa banyak kata yang dapat diingat oleh sukarelawan dari daftar.

Menurut laporan, orang-orang dengan tingkat kortisol yang lebih tinggi, yang merupakan hormon yang terkait dengan stres, berperilaku lebih buruk pada ingatan dan tugas-tugas kognitif lainnya dibandingkan mereka yang berusia sama yang memiliki tingkat kortisol rata-rata.

Kabarnya, para peserta hanya membayangkan bergerak maju atau mundur atau menonton video yang difilmkan di kereta api, dan memberi kesan bergerak maju atau mundur. Secara keseluruhan, kelompok yang terbelakang atau orang-orang yang membayangkan berjalan mundur, mendapatkan jawaban yang paling benar.

Dalam laporannya, seorang peneliti di Universitas, Dr Aksentijevic, mengatakan masih belum jelas mengapa gerakan, nyata ataupun imajinatif, dapat meningkatkan akses ingatan.

Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan bagaimana menggunakannya untuk keuntungan tersebut. Dengan demikian, cara ini dapat berguna dalam membantu orang menghafal sesuatu.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini