2 Penyebab Diare pada Anak yang Bisa Dicegah Orangtua

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 23 481 1982022 2-penyebab-diare-pada-anak-yang-bisa-dicegah-orangtua-4Da8TXmKdF.jpg Mencegah diare pada anak (Foto:Ist)

DIARE adalah salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak-anak terutama balita. Penyebabnya beragam, mulai dari kebersihan yang kurang terjaga hingga kesalahan pemberi makanan. Melihat hal itu, sebenarnya diare bisa dicegah asalkan orangtua mengetahui cara yang tepat.

Sebagai contoh, sebelum usia 6 bulan, anak tidak diperkenankan untuk menerima makanan apapun selain ASI. “Kadang-kadang ada ibu yang memberikan anaknya pisang karena anaknya rewel dan beralasan ASI-nya kurang, padahal kalau distimulasi dengan benar ASI tidak akan kurang. Memberikan makanan sebelum waktunya membuat usus belum siap sehingga memicu terjadinya diare,” tutur dr Mulia Suryandari, MKM saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Jumat (23/11/2018), di kawasan Pluit-Penjaringan, Jakarta Utara.

Selanjutnya adalah ketika anak sudah bisa mencerna dengan baik, orangtua malah memberikan makanan di pinggir jalan yang kebersihannya belum terjamin. Makanan yang dijual bisa saja dibiarkan terbuka sehingga dihinggapi lalat yang tercemar bakteri. Bakteri yang masuk melalui makanan dapat menginfeksi usus dan pada akhirnya menyebabkan diare.

Tak hanya dari makanan pinggir jalan, diare juga bisa terjadi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah bersih. Penyebabnya yaitu tidak mencuci tangan sebelum makan. “Saat tangan kotor, ada bakteri dan kuman yang menempel. Apabila tangan digunakan untuk makan, maka kumannya tetap masuk ke tubuh. Makanya sebelum makan anak harus sudah cuci tangan dengan bersih menggunakan air mengalir dan sabun,” jelas dr Mulia.

Mencuci tangan sebelum makan dapat meminimalisir jumlah bakteri dan kuman yang menempel di tangan. “Harapannya dengan jumlah kuman yang minimal, penyakit yang datang juga minimal. Anak-anak juga harus selalu mencuci tangan sehabis bermain,” tambah dokter yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Penjaringan sekaligus Koordinator P2P.

Dalam mencuci tangan, usahakan air yang digunakan harus higienis. Sebab air yang tercemar mengandung bakteri dan pada akhirnya bisa terjadi infeksi. Selain itu, air yang tidak bersih dapat menyebabkan iritasi di kulit sehingga permukaan terbuka dan membuka kesempatan untuk bakteri masuk.

“Air bersih tapi tidak cuci tangan dengan sabun bisa mendatangkan bakteri. Tapi mencuci sabun dengan air tidak bersih juga sama saja bisa mendatangkan bakteri karena terkandung di dalam air. Memang idealnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang bersih. Namun, mencuci tangan dengan sabun yang airnya kurang bersih lebih baik dibanding tidak dilakukan sama sekali,” tandas dr Mulia.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini