Desainer Harus Gunakan Pasar Online untuk Tingkatkan Omset Penjualan

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 24 194 1982200 desainer-harus-gunakan-pasar-online-untuk-tingkatkan-omset-penjualan-PwR2OpyIOX.jpg Pasar online harus dilirik desainer (Foto:Ilustrasi/Ist)

PERANCANG busana umumnya punya rumah mode atau butik untuk menjual karya busananya. Padahal seiring berkembangnya teknologi, desainer bisa menargetkan pasar belanja online.

Hal itu sangat disayangkan karena saat ini kaum milenial justru merasa lebih praktis belanja online. Tidak hanya melalui media sosial, para desainer juga dapat memasarkan produknya di website.

Membaca hal itu, Desainer Ali Charisma menilai bahwa para perancang busana, sekalipun yang punya nama, malah jarang memasarkan produknya secara online. Akibatnya, banyak yang mengaku onmset menurun atau kendala lainnya, yang dihadapi saat ini.

 Viral Video Kucing Jajan Sosis di Warung, Netizen: Pinter Banget Si Meong!

"Kendala desainer yang sudah jalan dan besar namanya, biasanya rata-rata menganggap 80% bisnisnya berubah, bukan menurun. Nah kita ikut berubah atau tidak," ujar Ali saat berbincang dengan Okezone di Hartono Mal Yogyakarta.

Semestinya, mereka harus menyiapkan strategi pasar online yang lebih praktis. Banyak cara jualan online yang mudah dan pasti disukai banyak kalangan.

Sekalipun desainer tersebut beken dan legendaris, pasti pelanggannya bakal puas belanja online. Terlebih, dari kalangan mana saja bisa belanja, karena lebih praktis dan hemat waktu.

 Andalkan Gaya Sportwear Look, Baby Margaretha Umbar Lekuk Tubuh Seksi

"Banyak desainer tidak punya bisnis strategi arahnya ke sistem belanja online. Mestinya arah bisnis tersebut menyiapkannya dengan baik" bebernya

Diprediksi, kaum pencinta fesyen bakal bosan atau jenuh kalau harus beli baju atau akserosis lainnya dengan cara pergi ke toko. Biar praktis, pastinya banyak yang pilih belanja online.

"Mestinya desainer ini harus telaten, kalau tidak dicoba sama sekali pasarnya benar-benar jenuh. Padahal zaman sudah canggih, ke depan baju desainer akan laku dijual di situs online, daripada di offline," simpulnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini