Mempelajari Pakaian Adat Sasak Pemain Gendang Beleq, Kaya akan Budaya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 24 194 1982333 mempelajari-pakaian-adat-sasak-pemain-gendang-beleq-kaya-akan-budaya-0yrKshN6S7.jpg Gendang Beleq. (Foto: Okezone/Ardi)

KEKAYAAN budaya bangsa Indonesia memang begitu banyak. Rasanya tidak akan pernah cukup waktu yang dimiliki untuk mengulik semua budaya ini.

Suku Sasak Lombok sendiri punya banyak budaya. Salah satunya adalah kesenian Gendang Beleq. Kesenian ini sudah ada sejak lama dan masih eksis hingga sekarang.

Okezone coba mengulik lebih jauh mengenai pakaian yang digunakan para pemain Gendang Beleq. Hal ini menjadi perhatian karena apa yang dikenakan mencampurkan banyak budaya dan itu sesuatu yang luar biasa.

Berkisah pada Okezone, Ketua Gendang Beleq Keluarga Rahayu, Jatriyadi, menuturkan bahwa pakaian adat Sasak itu memang menjadi ciri khasnya.

Baca Juga: 5 Artis yang Mantap Berhijab di 2018, Cantiknya Masya Allah

"Mulai dari ujung kepala sampai bawah itu mencerminkan bagaimana suku Sasak Lombok yang kaya akan budaya," ungkap Jatriyadi di Pulau Gili Air, Lombok Utara.

Secara khusus, Jatriyadi menjelaskan satu per satu busana yang dikenakan para pemain Gendang Beleq. "Mulai dari penutup kepala ini yang kita sebut dengan nama Sapuk," katanya.

Sapuk atau yang biasa disebut orang Bali dengan istilah udeng, sambung Jatriyadi, biasanya terbuat dari tenun Lombok. Hal ini ternyata ada maksudnya, yaitu agar ketegakkan bagian depan kepala tetap stabil dan memang sudah seharusnya Sapuk itu kencang dipakai. "Kalau nggak pakai tenun, barang 3 kali dipake sudah lemes. Makanya, kita pakai tenun," singkatnya.

Selain itu, Jatriyadi juga menjelaskan bahwa ada upaya untuk memperkenalkan keindahan budaya Lombok lewat penutup kepalanya tersebut. "Kan kita dari Lombok, ya, sekalian memperkenalkan keindahan kain yang dipunya Lombok," begitu katanya.

Baca Juga: Viral, Bocah Kehilangan Sendal Sehabis Shalat Jumat, Reaksinya Bikin Netizen Ngakak!

Kemudian, Jatriyadi juga menjelaskan bahwa ada makna tersendiri kenapa bagian depan kepalanya itu lurus tegak.

"Kami percaya bahwa ketika kuncungnya ini sejajar dengan kepala dan tegak berdiri, kepribadian kita pun tegas dan punya pandangan kedepan yang baik. Kita juga melakukan hal yang baik-baik kepada semua orang," paparnya.

Berlanjut ke busana atasan. Jatriyadi menjelaskan bahwa pakaian yang dia gunakan itu bernama Pegon. "Bajunya tidak mesti berbahan seperti ini (kala itu Jatriyadi mengenakan pegon berbahan velvet, Red), kalau punya uang lebih, ya, bahannya lebih halus," ungkapnya lantas tertawa.

Lalu, untuk bawahannya, yang dipakai sebagai basic adalah kain batik. Kemudian dipermanis kembali dengan penambahan kain songket khas Lombok yang dililitkan dengan rapi.

Sebagai pengikat semua bahan itu, para pemain Gendang Beleq ternyata menggunakan kain tenun khas Lombok yang diikat kuat di semua lapisan kain tradisional tersebut. "Ya, jadi begitu pakaian yang dipakai. Hal yang mesti diketahui juga, kita biasanya nggak menggunakan alas kaki saat pentas supaya bisa menyatu dengan bumi," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini