Ini Bedanya Bumbu Instan Makanan Indonesia dengan Jepang

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 25 November 2018 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 25 298 1982640 ini-bedanya-bumbu-instan-makanan-indonesia-dengan-jepang-UXCp23dMhz.jpg Ilustrasi (Foto: Eatwell)

TIDAK dipungkiri, semakin dengan bertambahnya kesibukan bekerja sehari-hari ditambah lagi mengurus hal lainnya, banyak masyarakat muda, yang merasa enggan untuk memasak makanan rumahan karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Inilah yang mungkin menjadi salah satu faktor pemicu, mengapa makanan instan tidak hanya mi ataupun bubur instan, namun juga bumbu masakan instan masih menjadi andalan banyak masyarakat Indonesia sehari-hari. Apalagi kalau bukan karena mudah, praktis, dan tak menyita banyak waktu dalam proses pembuatannya.

Bumbu instan contohnya, untuk ragam masakan Indonesia yang begitu kaya, di pasaran semua sudah tersedia. Mulai dari nasi goreng yang simpel, hingga rendang dan aneka soto yang bisa dibilang cukup rumit.

 (Baca Juga:Jalani Karantina Miss World 2018, Ini Motto Hidup Alya Nurshabrina)

Nah, sekarang ternyata bukan hanya masakan khas Indonesia saja yang sudah ada bumbu instannya. Makanan asing, salah satunya Jepang juga sudah mulai melirik pasar bumbu instan untuk masyarakat Indonesia. Mengingat sama-sama berjenis bumbu masakan instan, apa sih yang membedakan antara bumbu masakan instan Jepang dengan bumbu masakan khas Indonesia?

 

"Bedanya ada di bahan-bahan. Kalau bumbu makanan instan Jepang itu tidak mengandung MSG, lalu rasa gurihnya dari mana? Rasa gurihnya itu datang dari pemakaian bahan seperti jamur shitake dan juga rumput laut," ujar Hiroshi Iio, selaku product manager dari salah satu brand bumbu instan Jepang, Warasa saat ditemui dalam acara 'Tokyo Jakarta Idol Festival', Minggu (25/11/2018) di kawasan Mangga Dua.

 (Baca Juga:Mengenal Kebudayaan Jepang yang Unik Melalui Moshi-Moshi)

Disebutkan lebih lanjut, walau namanya bumbu instan namun mengingat ini adalah jenis masakan asing maka sebisa mungkin cita rasa yang dihadirkan bukanlah fushion atau dengan kata lain tidak menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Melainkan dibuat dengan versi original seperti masakan Jepang pada umumnya.

"Otentik rasa Jepang, dan halal mengingat di sini kan sebagian besar masyarakat Muslim. Original rasa khas Jepang itu karena pada dasarnya masakan Jepang sudah sangat disukai di Indonesia, inginnya kita masyarakat Indonesia itu kenal poin-poin spesial khas makanan Jepang," tandas Iwan Rianto selaku manajer product Warasa regional Indonesia dalam kesempatan yang sama.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini