nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batik Berpotongan Kasual untuk Pakaian Pesta Generasi Milenial

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 26 November 2018 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 26 194 1982926 batik-berpotongan-kasual-untuk-pakaian-pesta-generasi-milenial-NNXWdMcmZL.jpg Batik kasual untuk pakaian pesta di pantai (Foto:Syaifulislam/Okezone)

DI tangan desainer asal Jawa Timur,  batik disulap menjadi pakaian pesta berpotongan kasual. Pakaian pesta ini menyasar generasi milenial yang ingin tampil fashionable dengan batik ketika menghadiri pesta di pantai.

Motif yang ditampilkan pun beragam mulai dari daun hingga bunga. Seperti bunga mawar dan verbena serta daun talas. Permainan warna seperti ungu, pink dan kemerah-merahan dipilih sang desainer untuk memberikan rasa nyaman dan percaya diri si pemakaianya.

"Saya terinspirasi dari bunga verbena dengan warna mageta, pink dan kemerah-merahan. Adapun batik yang saya pakai merupakan batik tulis Ponorogo berjenis kawung," terang Dyan Nugrahini pada wartawan Senin (26/11/2018).

Dyan menerangkan dalam koleksinya ia tidak mengenakan manik atau payet sebagai hiasan untuk memberi  kesan kasual pada pakaian. Sehingga sangat cocok dikenakan oleh generasi milenial yang ingin mengenakan batik namun tidak mau terlihat tua maupun formal.

Sementara ia mengklaim, pakaiannya nyaman dipakai dan tidak panas karena menggunakan jenis bahan katun.

(Baca Juga:Jenis Kecoa Ini yang Dipilih Ilmuwan untuk Menciptakan Tepung Kecoa yang Fenomenal)

(Baca Juga: 10 Wanita Tercantik di Dunia, Nomor 1 dari Asia Tenggara)

(Baca Juga: 13 Takhayul Korea yang Masih Dipercaya, Beberapa Mirip di Indonesia)

"Tapi ada mutiaranya juga untuk busana yang ke pesta. Saya membuat lima busana berbahan batik ini selama 4 hari. Dalam fashion show ini asesorisnya hanya kacamata dan topi. Busana yang saya buat cocok untuk anak muda," paparnya.

Busana batik itu seperti  ditampilkan dalam Batik Fashion Festival 2018 yang berlangsung di ITC Surabaya, Jatim selama tiga hari dimulai 23 sampai 25 November.

Dyan menambahkan, sebagai perancang busana dirinya mempunyai kewajiban untuk melestarikan budaya memakai batik. Busana batik hasil karya warnanya lebih soft karena memakai batik Ponorogo, yang berbeda dengan batik Madura berwarna.

Hal senada juga dikatakan desainer lain yakni Gita Orlin. Ia menyatakan, dirinya lebih memilih motif bunga mawar dengan didominasi warna maron. Dalam fashion show batik kali ini, wanita berhijab itu menampilkan lima busana batik hasil karya.

"Untuk cuting-cuting rata-rata dengan kombinasi sabrina, ada yang warna putih. Bahan batiknya merupakan batik tulis dari pekalongan. Asesoris memakai payet. Motifnya bunga mawar tapi campur-campur juga," terang Gita.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini