Meskipun Menyehatkan, Ternyata Smoothies Gak Cocok untuk Detoks!

Risda Nadiva, Jurnalis · Senin 26 November 2018 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 26 298 1982863 meskipun-menyehatkan-ternyata-smoothies-gak-cocok-untuk-detoks-Vbltgby894.jpg Ilustrasi Smoothies. (Foto: SuperValu)

SIAPA yang tidak mengenal smoothies? Minuman ini sekilas mirip seperti jus, tapi memadukan campuran yogurt dengan berbagai buah maupun sayuran.

Biasanya, minuman ini disajikan di banyak restoran atau di kafe. Kalau mau lebih higienis, bisa juga dibuat sendiri. Nah, ternyata minuman ini menyehatkan dan bisa jadi alternatif diet.

Dikutip dari Time, menurut pakar diet sekaligus penulis buku A Guide to Plant-Based Eating Ryan Andrews, Anda bisa memasukan bahan apa saja ke dalam smoothies yang lebih banyak mengandung air. Seperti kefir, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, bahkan matcha.

Baca Juga: 13 Takhayul Korea yang Masih Dipercaya, Beberapa Mirip di Indonesia

Sementara untuk toppingnya, bisa ditambahkan granola, kelapa, dan irisan cokelat. Namun, kunci untuk membuat minuman ini sehat terletak pada keseimbangan campuran sayuran, buah, protein, dan lemak, ungkap pakar diet New York Miranda Hammer.

Meskipun memiliki kandungan antioksidan serta anti-inflamasi, tapi mengonsumsi smoothies dalam jumlah banyak dapat menyebabkan konsentrasi gula buah yang berlebih.

Oleh karena itu, jika ingin menyeimbangkan kadarnya, Anda harus menambahkan sejenis sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kubis hijau, dan swiss chard. Jenis tanaman ini kaya akan kalsium, serat fiber, vitamin A, C, K yang memiliki kekuatan fitokimia.

Baca Juga: Dilarang Bertanding Karena Hijab, Pejudo Arab Saudi Akali dengan Penutup Kepala

(Foto: nutritiouslife)

Namun, sebaiknya Anda menghindari smoothies siap saji karena bisa saja kehilangan kualitas dan kuantitas komposisi atau bahan yang digunakan. Selain itu, dikhawatirkan mengandung pemanis buatan, jus buah, tinggi kandungan lemak dan menggunakan produk susu, serta kalori. Semangkuk smoothies bisa juga mengandung granola bergula dan serpihan kelapa manis.

Karena mengandung berbagai macam serat dan protein, smoothies ini termasuk yang sangat baik untuk dikonsumsi atau sebagai bahan tambahan. Minuman ini juga cocok bagi pendamping diet, bahkan dapat mengurangi penyakit kanker dan penyakit kronis lainnya.

Sayuran berwarna hijau juga tinggi antioksidan, memungkinkan zat ini bisa membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Cukup segenggam atau dua genggam sayuran hijau bisa menambah nikmatnya smoothies.

Smoothies pun sering dijadikan alternatif untuk diet makanan dan kesehatan tubuh. Meski begitu, anggapan bahwa mengonsumsi minuman ini dilakukan untuk detoks ternyata salah. Pasalnya, tubuh manusia sendiri memiliki sistem detoksifikasi alami yang ada di hati.

Untuk Anda yang sedang menjalani program diet, dengan mengonsumsi smoothies jadi solusinya. Selain membantu untuk kesehatan, juga dapat mengurangi berat badan. Namun, harus diimbangkan dengan istirahat dan olahraga yang cukup, makan seimbang, dan menghindari stres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini