nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali 4 Jenis Turbulensi agar Tidak Takut saat Naik Pesawat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 November 2018 20:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 26 406 1983111 kenali-4-jenis-turbulensi-agar-tidak-takut-saat-naik-pesawat-TmfKV0bgFb.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TAKUTKAH Anda saat menghadapi turbulensi ketika sedang menaiki pesawat? Ya, terkadang turbulensi membuat penumpang menjadi panik karena guncangan yang ditimbulkan di dalam pesawat. Banyak orang awam ketakutan karena mengira pesawat mengalami kerusakan yang berpotensi jatuh.

Namun, sebenarnya turbulensi bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Kapten pilot dari maskapai Garuda Indonesia, Rizka Triansyah Leihitu, mencoba menjelaskan kepanikan yang kerap dialami oleh sobat travellers yang gemar menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi.

Kapten Rizka menjelaskan bahwa turbulensi tersebut memiliki berbagai tingkatan yang bisa diklasifikasi. Tingkatan ini akan menjelaskan seberapa besar turbulensi yang bisa dirasakan baik oleh para pilot di dalam kokpit maupun para penumpang di dalam kabin pesawat.

 (Baca Juga:Pevita Pearce Terpesona Keindahan Fulan Fehan)

Setidaknya ada empat macam jenis turbulensi yang bisa Anda alami saat menaiki pesawat terbang. Apa sajakah itu? Dalam artikel ini Kapten Rizka akan menjelaskan secara detail seperti dalam video yang diunggahnya ke akun Youtubenya.

1. Light turbulence (goncangan tingkat ringan)

Light turbulence tidak akan terasa saat berada di kokpit, biasanya yang paling berasa adalah di ekor pesawat. Light turbulence bisa di cek, ketika pramugari meletakkan minuman dan air terlihat goyang-goyang. Fenomena inilah yang disebut dengan light turbulence.

 (Baca Juga:Pentingnya Perempuan Ambil Hak Cuti Haid Setiap Bulan)

2. Moderate turbulence (goncangan tingkat sedang)

Goncangan ini sekira 0,5 sampai 1,6g (satuan gaya gravitasi) dalam tingkatan ini jika Anda melihat secara visual dengan meletakkan minuman di gelas pada meja, maka air akan mulai bergerak ke kanan dan ke kiri. Dalam kondisi ini pilot otomatis akan memasang lambang sabuk pengaman. Pramugari akan mengumumkan untuk segera kembali ke tempat duduk dan memasang sabuk pengaman dengan segera karena mulai berbahaya karena bisa membuat jatuh saat berjalan di kabin.

 

3. Severe turbulence (goncangan dengan tingkat berat)

Tingkatan ini goncangannya lebih dari 1g, di kokpit mulai berasa goyang, namun di badan dan ekor pesawat akan lebih terasa lagi. Maka biasanya penumpang akan semakin panik dalam kondisi ini. Dalam kondisi ini pilot akan segera mengumumkan untuk kembali ke tempat duduk dan menggunakan seat belt. Jika terdengar pengumuman tersebut langsung duduk dan gunakan sabuk pengaman, jika ada anak kecil langsung dipegang.

4. Extreme turbulence (penumpang mulai terlempar dari kursi)

Pada kondisi ini goncangan semakin besar hingga membuat penumpang berasa terlempar-terlempar dari kursi. Di kokpit sendiri autopilot susah untuk dipasang, jadi pilot akan mengendalikan secara manual.

“Bahaya gak sih? Sebenarnya tidak cuma ya susah aja nerbanginnya. Jadi jika menghadapi situasi seperti ini, pilot akan segera mengubah jalur penerbangan entah ketinggian atau rutenya akan diganti. Karena masalah ini terjadi bisa karena adanya typhoon atau tropical cyclone lainnya dan ini berbahaya,” tutur Kapten Rizka.

“Tapi tenang semua fenomena ini tidak akan menghancurkan pesawat selama tidak overstress dan overspeed. Bisa bikin patah sayap? Tidak, karena pesawat sudah dirancang untuk masuk ke turbulence dengan segala limitasinya. Kecepatannya juga ada batasannya,” lanjutnya.

 

Lalu banyak penumpang dan masyarakat kebingungan untuk mengatasi turbulensi yang mengganggu dan membuat tidak nyaman. Nah, untuk mengatasi hal ini, Kapten Rizka memiliki sedikit tips yang membuat Anda bisa merasa sedikit tenang saat menghadapi turbulensi yang tidak diinginkan.

“Dengarkan semua instruksi dari pilot dari pramugari atau kabin krunya. Duduk di tempat duduk masing-masing, gunakan sabuk pengaman, eratkan sabuk pengaman, bila ada anak kecil dijaga dengan baik, terakhir adalah berdoa. Jadi tidak usah takut dengan turbulence,” tutupnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini