nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 9 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Banyak Tidur

Abdul Razak, Jurnalis · Senin 26 November 2018 21:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 26 481 1983156 ini-9-hal-yang-bisa-terjadi-pada-tubuh-jika-terlalu-banyak-tidur-7rJlGiiHlf.jpg Ilustrasi (Foto: Mirror)

TIDUR merupakan hal yang paling penting karena Anda bisa beristirahat untuk memulihkan energi yang telah terkuras pada siang hari. Banyak dari kita yang berjuang untuk mendapatkan cukup tidur. Tetapi terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk Anda.

Dilansir dari Reader’s Digest, ini 9 Hal yang bisa terjadi ketika terlalu banyak tidur:

Berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke

Rata-rata orang dewasa tidur dalam waktu 7 hingga 9 jam saja. Tetapi bagaimana jika tubuh Anda menginginkan lebih banyak tidur? Salah satu yang berkaitan dengan tidur panjang adalah penyakit kardiovaskular. Peneliti dari Chicago School Of Medicine menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari 8 jam per malam adalah dua kali lebih memungkinkan untuk mengalami angina (nyeri dada) dan 10% lebih mungkin untuk memiliki penyakit jantung koroner.

 (Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Penyebab Gigi Kuning dan Cara Mengatasinya)

Studi Nurse's Health menemukan risiko penyakit jantung bahkan lebih besar, dengan 38% peluang lebih besar pada orang yang tidur panjang. Risiko stroke juga meningkat,satu studi dari inggris menunjukkan 46% kemungkinan lebih besar untuk stroke pada orang yang tidur panjang.

Gangguan pernapasan

Satu teori tentang mengapa terlalu banyak tidur dikaitkan dengan masalah kesehatan lain, seperti apnea tidur. Apnea adalah gangguan serius pada pernapasan saat tidur.

Lebih cenderung menjadi gemuk

Penambahan berat badan adalah faktor terbesar dalam tidur terlalu lama. Jika Anda tidur panjang akan lebih mungkin menjadi gemuk. Bila Anda lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, dan tidak berolahraga itu bisa menjadi penyebab berat badan Anda bertambah. Dalam sebuah studi dari Kanada, orang yang tidur panjang 25% lebih mungkin untuk mendapatkan 5kg.

Timbulnya sakit kepala

Ketika Anda bangun dari tidur yang panjang sensasi yang mungkin Anda dapatkan adalah sakit kepala. "Mekanisme di balik ini tidak dipahami dengan baik, dan satu hipotesis adalah fluktuasi neurotransmitter saat tidur dapat menjadi pemicu kepala Anda sakit," kata Dr McDevitt.

 (Baca Juga:Pentingnya Perempuan Ambil Hak Cuti Haid Setiap Bulan)

Lebih berisiko diabetes

Tidak mengherankan, mengingat kaitan antara tidur yang lebih panjang dengan diabetes juga lebih umum terjadi pada orang yang tidur panjang. Para peniliti Kanada menemukan bahwa orang yang tidur berlebih memiliki dua kali lipat risiko terkena diabetes. Penelitian lain menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat memengaruhi kadar glukosa darah Anda.

Cenderung depresi

Salah satu gejala depresi adalah tidur berlebih, jadi masalah kesehatan mental yang tidak diobati bisa menjadi salah satu alasan mengapa Anda sulit bangkit. Penelitian telah menunjukkan tidur panjang secara signifikan sangat terkait dengan tekanan mental yang sering terjadi. Di sisi lain orang yang depresi mungkin menggunakan tidur sebagai mekanisme pelarian dari masalah yang ada.

Memiliki lebih banyak rasa sakit

Pengurangan aktivitas dari menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat tidur dapat menyebabkan Anda menjadi lebih pegal, terutama jika Anda memiliki masalah punggung. Anda juga mungkin menderita kurang tidur karena rasa sakit Anda, yang sekali lagi membuat Anda ingin tidur lebih lama.

 

 (Baca Juga:Barang-Barang di Kamar yang Disebut Picu Kanker)

Otak tidak berfungsi baik

Salah satu studi dari Harvad menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua yang tidurnya lebih dari 9 jam memiliki kognisi yang lebih buruk, setara dengan penuaan hampir 2 tahun.

Anda akan menjadi jet lag

Tidur terlalu lama dapat membuat ritme seolah-olah Anda telah melakukan perjalanan panjang. Gangguan tidur seperti jet lag atau hal lainnya membuat Anda bertentangan dengan ritme harian atau ritme normal. Selain membuat merasa tidak aktif gangguan ini dapat memengaruhi fungsi fisiologis lainnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini