BBPOM Semarang Temukan Kandungan Berbahaya pada Jamu Rematik

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 26 November 2018 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 26 481 1983166 bbpom-semarang-temukan-kandungan-berbahaya-pada-jamu-rematik-8xphLs9KPB.jpeg Jamu dan makanan berbahaya yang diamankan BBPOM Semarang (Foto: Taufik Budi/Okezone)

JAMU tradisional masih menjadi pilihan warga untuk menjaga vitalitas tubuh maupun mengobati beragam penyakit. Namun, masyarakat perlu waspada karena ada jamu yang semestinya menggunakan bahan-bahan alami ternyata juga dicampuri zat kimia berbahaya.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menemukan jamu-jamu antireumatik yang dinilai membahayakan kesehatan konsumen. Jamu yang mestinya tidak memberikan efek cespleng (mujarab sekali) ternyata dicampur zat kimia agar manfaatnya cepat terasa.

 (Baca Juga:Kenali Kebiasaan Buang Air Kecil yang Tak Wajar, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius)

“Mestinya isinya jamu bahan alam bersumber dari tanaman, dan secara kimia dia tidak memberikan efek yang cespleng. Obat tradisional itu memang dikonsumsi dalam jangka lama untuk memberikan hasil yang diharapkan,” terang Kepala Balai BPOM Semarang, Safriansyah, Senin (26/11/2018).

 

“Tetapi kalau dia ditambah, misalkan tadi jamu reumatik ditambah fenilbutazon kemudian juga ditambah kortikosteroid. Di mana obat-obat tadi oleh dokter pun sangat berhati-hati diberikan tapi ditambahkan di dalam jamu,” tambahnya.

Sekadar diketahui, fenilbutazon digunakan untuk mengobati reumatoid arthritis dan sejenisnya. Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui. Penggunaan fenilbutazon pada manusia telah dilarang di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris karena dapat menyebabkan efek berbahaya seperti menurunkan produksi sel darah putih atau Anemia Aplastik.

 

 (Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Penyebab Gigi Kuning dan Cara Mengatasinya)

“Nah, konsumen yang membeli tidak tahu dan dia berharap mendapatkan produk yang alami. Ternyata dia mengonsumsi produk yang sudah dicemari bahan kimia, bahkan dosisnya pun tidak terukur. Jangka waktunya pun semaunya, karena merasa aman dikonsumsi tidak ada efek samping, ternyata ditambahkan zat-zat kimia yang memang mempunyai efek terapi, tetapi tidak diberikan dalam dosis yang benar,” beber dia.

Dia mengatakan, kasus pelanggaran pada obat-obatan tradisional dan kosmetik menjadi temuan yang menonjol di Jawa Tengah. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pengawasan termasuk di media social dengan menggandeng sejumlah instansi. Tak hanya meringkus 19 pengusaha nakal, petugas juga menyita sejumlah barang bukti untuk dimusnahkan.

“Merupakan yang ketiga kalinya kita melakukan pemusnahan baik hasil pengawasan terutama barang sitaan dari proses penindakan secara hukum. Obat tradisonal dan kosmetik yang sampai saat ini masih menjadi temuan-temuan menonjol di wilayah Jawa Tengah,” tandasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini