nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Mengajarkan Anak Memasak Secara Aktif sejak Dini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 27 298 1983664 pentingnya-mengajarkan-anak-memasak-secara-aktif-sejak-dini-bIuuI43o56.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANYAK orangtua yang enggan mengajarkan anak mereka memasak karena takut sang buah hati terkena benda tajam seperti pisau dan garpu, atau terkena air panas. Padahal, mengajarkan anak memasak sejak dini justru dapat mendatangkan dampak positif bagi tumbuh kembang mereka.

Hal tersebut dijelaskan oleh Putri Habibie yang merupakan seorang passionate homecook dan founder dari LadyBake cooking class. Menurutnya, dengan mengajarkan keterampilan memasak sejak dini dapat menumbuhkan kebijaksanaan dalam menjaga pola perilaku anak ketika memilih makanan yang dikonsumsi hingga dewasa.

"Sejatinya, ketika belajar memasak, seorang anak akan mulai memahami makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi dan makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi," tutur Putri Habibie, dalam acara peluncuran buku terbarunya "My Little Home Cook", di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Hal senada juga diungkapkan oleh Dra. Dina Ramayanti, Psi, seorang Psikolog Anak. Ia mengatakan bahwa anak berusia 4-8 tahun sedang berada di masa emas pertumbuhannya (golden age), sehingga mereka akan sangat cepat sekali menyerap ilmu, pengajaran, dan perilaku dan pola hidup sehat yang ditanamkan oleh lingkungannya sejak dini.

"Oleh karena itu, mengajarkan seorang anak tentang pola konsumsi yang baik itu sangat dibutuhkan, dan dengan teknik pengajaran memasak yang menyenangkan seorang anak akan lebih cepat menangkap mengenai makanan yang berkualitas baik dan buruk yang berdampak pada kesehatannyaā€¯, tegas Dra. Dina Ramayanti.

memasak bersama anak

Selain itu, Putri menambahkan bahwa mengajak anak-anak masuk ke dapur adalah kegiatan positif, karena pengalaman memasak melalui praktek hands on-active learning telah terbukti mengubah perilaku dan pandangan anak-anak tentang makanan.

Melalui hasil penelitiannya saat duduk dibangku kuliah S2 memberikan hasil bahwa anak-anak yang menjalani kegiatan kelas memasak aktif atau hands on-active learning, menunjukkan perubahan perilaku positif yang signifikan dibanding anak-anak yang hanya menonton demo masak atau passive learning.

"Riset yang aku lakukan kurang lebih selama satu bulan dengan mengajak 300 anak-anak yang dibagi menjadi 2 kelompok. Perubahan positif yang paling terlihat itu, mayoritas dari mereka mulai membawa bekal sendiri karena dianggap lebih sehat, serta dapat menghemat waktu dan uang," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini