Ingin Cepat Hamil? Simak Fakta-Fakta Ovulasi yang Belum Anda Ketahui

Alma Dwi, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 27 481 1983404 ingin-cepat-hamil-simak-fakta-fakta-ovulasi-yang-belum-anda-ketahui-qZ5gWFPjpu.JPG Ilustrasi (Foto: Mybaba.com)

BANYAK wanita memiliki kekhawatiran tentang ovulasi, karena ovulasi merupakan peristiwa yang tersembunyi. Ovulasi merupakan proses yang terjadi di dalam siklus menstruasi wanita, yaitu pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.

Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui kapan masa ovulasi atau masa subur ini. Nah, seberapa banyak yang Anda ketahui tentang ovulasi? Dilansir Metro, seorang ahli kesuburan, Zita West, memaparkan beberapa fakta mengenai ovulasi.

1. Ovulasi bisa terjadi 2 kali dalam sebulan


Terjadi ovulasi 2 kali dalam sebulan merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi. Meskipun ini cukup langka, inilah yang terjadi pada kasus kembar yang tidak identik. Jika ovulasi terjadi dua kali, itu selalu dalam 24 jam sehingga waktu subur Anda akan tetap lebih dari beberapa hari yang sama dari siklus Anda.

2. Sperma bisa bertahan hidup sampai satu minggu


Sperma dapat hidup selama 2-5 hari di dalam tubuh wanita. Namun, selama kondisi optimal yang menyertai waktu ovulasi dapat bertahan hingga satu minggu.

3. Jangka waktu subur setiap bulan


Sebagian besar kehamilan terjadi karena hubungan dalam periode enam hari sebelum ovulasi terjadi. Masa subur ini umumnya akan terjadi lebih awal pada siklus yang lebih pendek dan kemudian dalam siklus yang lebih panjang.

4. Tes progesteron sebagai penunjuk terjadi ovulasi


Tes progesteron dapat menunjukkan ovulasi telah terjadi tetapi perlu diambil pada hari ke 21 dari siklus 28 hari. Pada saat ini, peningkatan kadar progesteron akan menunjukkan bahwa ovulasi telah terjadi, sementara tidak adanya peningkatan kadar akan menunjukkan jika tidak ada ovulasi yang terjadi. Selain itu, untuk memastikan terjadinya ovulasi juga bisa dilakukan dengan cara scan ultrasound menunjukkan folikel yang kolaps.

5. Penggunaan alat prediksi ovulasi


Beberapa wanita mengaku sangat terbantu dengan alat ini. Hanya saja perlu diketahui bahwa alat ini harus digunakan bersama pemahaman tentang bagaimana sekresi serviks Anda berubah selama masa subur. Tes kit prediktor ovulasi untuk lonjakan hormon luteinising. Ovulasi biasanya mengikuti dalam 36 jam dari lonjakan LH, tetapi tes LH positif tidak selalu menunjukkan bahwa ovulasi akan mengikuti.

6. Ciri-ciri sekresi serviks yang subur

Selama masa subur estrogen mengubah sekresi serviks untuk memungkinkan sperma hidup lebih lama di tubuh wanita dan memasuki rahim lebih mudah. Biasanya, sekresi yang subur lebih basah, licin, dan lebih lentur.

Untuk memaksimalkan kemungkinan konsepsi, seks harus dilakukan pada hari-hari dengan kualitas lendir yang optimal, terlepas dari waktu yang tepat relatif terhadap ovulasi.

(Baca Juga: Si Cantik Nora Segura, Kekasih Tim Howard yang Hobi Tak Berbusana)

7. Penyebab waktu antara ovulasi dan haid semakin pendek

Seiring bertambahnya usia wanita, ovulasi menjadi jarang terjadi dan interval antara ovulasi dan periode berikutnya (fase luteal) mungkin berkurang. Ini mungkin merupakan bagian normal dari proses penuaan atau mungkin memiliki penyebab lain. Namun, jika kurang dari 10 hari dari ovulasi ke periode berikutnya, tidak ada cukup waktu untuk telur yang dibuahi untuk ditanam di endometrium (lapisan rahim).

8. Stres dan kelelahan sangat mempengaruhi ovulasi

Stres dan kelelahan bisa berdampak besar karena mengganggu hormon yang berhubungan dengan kesuburan. Fluktuasi berat badan juga bisa berdampak dan kurang berat badan bisa lebih merusak kesuburan daripada sedikit kelebihan berat badan. Adapun masalah kesehatan lainnya seperti anemia dan obat-obatan. Seperti bisa merokok, alkohol berlebih, dan pola makan yang buruk.

9. Masalah dengan tiroid bisa mempengaruhi kesuburan

Kelenjar tiroid seperti termostat tubuh, melepaskan hormon untuk mempercepat metabolisme dan membakar lebih banyak bahan bakar, atau memperlambat dan menghemat energi. Masalah seperti stres dan penyakit dapat mempengaruhi tiroid, mengganggu proses alami dan karena hormon Anda yang saling terkait ini dapat mempengaruhi kesuburan.

10. Waktu yang dibutuhkan agar siklus kembali normal ketika berhenti dari pil

Ini bervariasi dari orang ke orang. Bulan pertama setelah Anda berhenti minum pil biasanya merupakan siklus yang sangat subur. Setelah ini, ovulasi dapat terganggu selama beberapa bulan pada kebanyakan wanita. Untuk yang lain mungkin diperlukan waktu lebih lama untuk ovulasi bisa kembali ke pola normal, meskipun ada periode reguler.

11. Menyusui dapat mempengaruhi kesuburan

Menyusui menekan ovulasi dan mungkin diperlukan waktu beberapa saat setelah berhenti menyusui agar pola ovulasi normal kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini