nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan China Klaim Telah Membuat Bayi-Bayi yang Diedit Secara Genetik

Abdul Razak, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 27 481 1983435 ilmuwan-china-klaim-telah-membuat-bayi-bayi-yang-diedit-secara-genetik-jsYY2PrO9S.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

IMPIAN dari seorang wanita adalah memiliki bayi atau bisa memberikan keturunan. Dilansir dari Thesun, Selasa (27/11/2018), baru-baru ini ilmuwan China telah bisa mengubah genetik untuk menciptakan bayi.

Seorang ilmuwan di China mengklaim telah berhasil menciptakan bayi-bayi pertama yang dibuat secara genetik dalam terobosan medis yang memicu kontroversi. Peneliti He Jiankui, memposting video di YouTube dan mengatakan bahwa gadis kembar yang lahir beberapa minggu lalu itu telah diubah DNA-nya untuk mencegah tertular HIV. Ia juga mengatakan telah mengubah embrio untuk tujuh pasangan lainnya untuk perawatan kesuburan yang menghasilkan satu kehamilan.

Tujuan pekerjaannya adalah untuk menghilangkan gen yang disebut CCR5, dengan harapan membuat keturunannya kebal terhadap HIV, cacar, dan kolera.

 (Baca Juga: )

Sebagai bagian dari perawatan fertilisasi in vitro (IVF), sperma dipisahkan dari air mani di mana HIV dapat hadir. Sperma kemudian ditempatkan ke dalam satu sel telur untuk menciptakan embrio, sebelum alat pembuat gen ditambahkan. Dia juga mengatakan bahwa pasangan ini direkrut melalui kelompok advokasi AIDS yang berbasis di Beijing yang disebut Baihualin.

 

Klaim ini diumumkan sebelum konferensi para ahli dunia di Hongkong, di mana He diharapkan untuk mengungkapkan lebih banyak rincian tentang hal ini. Sejauh ini belum ada konfirmasi terbuka atas klaimnya tersebut dan belum dipublikasikan ke jurnal-jurnal.

Jenis pengubahan gen yang dilakukan pada manusia saat ini dilarang di Amerika Serikat karena terlalu tidak aman untuk dicoba. Satu ahli pengubah gen, DR Kiran Musunuru dari Universitas of Pennsylvania, melabelinya sebagai eksperimen "tanpa basa-basi".

Nicholas Evans, asisten profesor filsafat di Universitas Of Massachusetts Lowell, mengatakan di Twitter bahwa klaim itu 'gila'. Nicholas juga berkata bahwa mengumumkan tes melalui video YouTube adalah bentuk praktik ilmiah yang sangat problematik, karena ia mengesampingkan proses pemeriksaan di mana banyak kemajuan ilmiah bergantung seperti penilaian rekan.

 

"Kami telah berbicara tentang rekayasa genetika embrio yang sedang terjadi saat ini, anak-anak ini diduga rekayasa untuk memberikan perlawanan terhadap suatu penyakit. Itu adalah langkah baru ke depan, di mana itu sangat berbahaya," ujar Nicholas.

Masalah dalam pengubahan DNA manusia sangat kontroversial, dan hanya diperbolehkan di AS. Itupun harus dilakukan di penelitian laboraturium meskipun para ilmuwan AS mengatakan tahun lalu mereka berhasil mengubah kode genetik anak babi untuk menghilangkan infeksi virus yang tidak aktif.

Sam Strenberg, asisten profesor biokimia, dan biofisika molekuler di Universitas Columbia, mempertanyakan seluruh premis penelitian He. Ia mencatat bahwa itu tidak ditujukan untuk memperbaiki kondisi, tapi malah mengancam jiwa seperti penyakit genetik.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini