nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keterbatasan Material Jadikan Busana Ready To Wear dari Tenun Baduy Cantik & Unik

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 13:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 28 194 1983955 keterbatasan-material-jadikan-busana-ready-to-wear-dari-tenun-baduy-cantik-unik-xJu33WQZMh.jpg Tenun baduy jadi busana ready to wear (Kiki/Okezone)

SELAIN Batik, tenun adalah salah satu warisan kain wastra tradisional Indonesia yang begitu cantik, berharga, dan harus dilestarikan keberadaannya.

Bicara soal kain tenun, walau belum begitu banyak yang familiar dengan tenun Baduy, namun perlahan-lahan kehadiran tenun buatan tangan alias handmade asli Baduy ini sudah bisa terasa di dunia industri fesyen Tanah Air. Melalui karya-karya cantik dari para desainer yang mengolahnya sedemikian rupa menjadi busana ready to wear alias busana siap pakai.

Apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh kain tenun Baduy saat diolah menjadi busana siap pakai? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Okezone bertanya pada desainer Melanie Wibowo dari lini MeLOOKmel yang baru saja meluncurkan koleksi ready to wear “Ragam Keindahan Tenun Tangan Nusantara” dengan menggunakan material bahan tenun tangan asli Baduy.

“Plus nya sih tenun Baduy itu diolah jadi busana siap pakai itu hasilnya bisa cantik sekali. Sedangkan kekurangannya ialah, soal keterbatasan material. Sehingga tidak bisa dibuat persis antara satu dengan satu yang lainnya. Pendek kata, agak susah untuk diproduksi massal banyak, mass production gitu untuk masuk ke fast fashion,” ungkap Melanie saat ditemui Okezone, Selasa 27 November 2018 dalam pagelaran busana bertajuk “Celebration-Fashion Legacy”, di Kemang Village, Jakarta.

(Baca Juga: Bella Hadid Terciduk Lahap Makan Nasi Bungkus)

(Baca Juga: Request Ingin Make-Up Tahan Lama, Perempuan Ini Malah Tak Bisa Hapus Riasannya!)

 

(Baca Juga: Penampilan Lucinta Luna di Video Klip Terbaru yang Dibilang Tiru Agnez Mo)

Melanie melanjutkan, keterbatasan yang dimaksud  bukan hanya soal ketersediaan bahan namun juga warna dan waktu. Mengingat tenun Baduy adalah hasil buatan tangan alias handmade, bukan dengan bantuan mesin pabrik yang bisa memproduksi dalam jumlah banyak hanya dalam waktu singkat.

“Keterbatasan bahan, ya warnanya juga, keterbatasan soal benang juga, ya waktu juga. Sebab dibuatnya kan handmade, istilahnya ya kalau adanya benang itu ya benang itu karena kan bukan pabrik. Makanya enggak bisa fast fashion, tenun Baduy itu slow fashion. Tapi menurut saya di situ lah seninya karena satu sama lain itu berbeda, sama halnya kayak Batik tulis. Sebab kalau jadi fast fashion jadinya enggak unik lagi,” tandas Melanie.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini