Moms, Ini 7 Tips Mendongeng agar Anak Tidak Cepat Bosan

Blenda Azaria, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 28 196 1984106 moms-ini-7-tips-mendongeng-agar-anak-tidak-cepat-bosan-jDtBIlWBPD.jpg Ilustrasi (Foto: Dissolve)

BANYAK cara yang digunakan oleh ibu untuk membuat anaknya tertidur, menyanyikan lagu nina bobo, memeluk anak sampai tertidur, atau membacakan dongeng pengantar tidur. Zaman sekarang, cara-cara ini, apalagi mendongeng, sudah jarang digunakan oleh ibu karena anak cenderung lebih sering tertidur akibat bermain gadget.

Padahal banyak manfaat yang bisa didapat dari membacakan dongeng kepada anak, yaitu melatih daya imajinasi anak, mempererat hubungan antara ibu dan anak, serta memperluas wawasan anak. Ariyo Zidni, Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia pun memberikan sederet tips mendongeng yang sangat bermanfaat bagi ibu dalam acara konferensi pers NIVEA #SentuhanIbu di Ciputra Artpreuner, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (28/11/2018):

1. Luangkan waktu, bukan mencari waktu luang

Hal yang sering jadi permasalahan para ibu adalah minimnya waktu luang yang dimilikinya. Zaman sekarang banyak ibu yang menjadi wanita karier sehingga jarang punya waktu di rumah. Selain karena pekerjaan di luar, mungkin para ibu juga sibuk mengurus rumah atau lebih sederhana lagi, ibu sedang tidak memiliki mood yang bagus untuk bercengkrama dengan anak.

Namun, minimnya waktu luang bisa diatasi dengan meluangkan waktu. Di tengah-tengah sibuknya pekerjaan dan rasa lelah yang menguasai, luangkanlah paling tidak sepuluh menit untuk membacakan dongeng pada anak.

Kemudian, Ariyo menjelaskan lebih dalam lagi mengenai waktu luang. Menurutnya, kapanpun ada waktu luang yang tersedia, itu bisa ibu gunakan sebagai waktu untuk cerita. Misalnya ibu dan anak sedang mengantre di kasir saat belanja bulanan, ibu bisa menceritakan cerita improvisasi dari sebuah brokoli dan wortel yang ada di keranjang belanjanya.

2. Pilih cerita yang kita suka dan sesuai dengan anak

Setelah meluangkan waktu, langkah selanjutnya adalah memilih cerita yang kita sukai. “Pilih cerita yang kita suka, karena kita pasti sudah menetapkan goals atau moral value yang ingin kita sampaikan kepada anak. Nah, dari situ kita pasti bisa memilih mana cerita yang sesuai dengan tujuan, mana yang tidak,” ujar Ariyo.

Selanjutnya Ariyo menyebutkan alasan mengapa cerita yang dipilih haruslah cerita yang disukai oleh sang ibu. “Dengan menyampaikan cerita yang kita suka, maka kita akan memiliki sinar mata dan ekspresi yang berbeda,” tambah Ariyo.

Ibu Ceritakan Dongeng

3. Pastikan sudah tahu alur ceritanya

Menurut Ariyo, kita harus membaca dan tahu cerita yang ingin dibacakan kepada anak terlebih dulu. Dengan mengetahui alur cerita, kita jadi tahu mana bagian yang seru, mana bagian yang sedih, dan lain-lain. Selain itu, kita jadi bisa bercerita dengan lancar, seakan cerita itu mengalir begitu saja dari mulut.

4. Membunyikan sound effect

Demi menambah keseruan mendongeng, kita bisa mencoba membunyikan sound effect di adegan-adegan tertentu. Misalnya, saat Timun Emas sedang berlari dari raksasa, kita bisa membunyikan suara langkah si raksasa dengan bunyi ‘duk duk duk’.

Bacakan Dongeng

5. Gunakan suara, ekspresi, dan gestur yang tepat

“Setiap kata itu ada rasanya. Gambarkan satu kata itu dengan suara, misal ‘raksasa itu besar’ bisa digambarkan sebagai ‘raksasa itu beesaaaarr’. Ada penekanan katanya sehingga anak dapat membayangkan betapa besarnya raksasa itu,” jelas Ariyo.

Lalu, Ariyo juga menambahkan agar kita menyesuaikan cerita dengan suasana dalam alur cerita. Misalnya, ceritakan pelan-pelan adegan yang suasananya menegangkan dan ceritakan dengan cepat adegan yang suasananya seru. Anggap mendongeng untuk anak ini seperti kita sedang curhat ke sahabat terdekat kita.

6. Sering latihan

Untuk menyampaikan dongeng dengan baik, diperlukan banyak ‘jam terbang’. Tidak perlu harus pakai kostum atau menirukan suara tokoh dalam cerita, namun pastikan pesan moral dalam cerita tersampaikan kepada anak melalui banyak latihan.

7. Kehabisan stok dongeng?

Jika Anda merasa semua dongeng yang ada sudah dikisahkan kepada anak Anda, maka cobalah cari inspirasi dari kejadian sehari-hari. Dongeng tidak harus tentang seorang putri, pemuda tampan, atau kisah sejarah. Dongeng juga bisa diambil dari cerita apa pun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini