nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Kelahiran Bayi Prematur Indonesia Peringkat Ke-5 Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 19:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 28 196 1984191 jumlah-kelahiran-bayi-prematur-indonesia-peringkat-ke-5-dunia-iEjmEfteVw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK ada seorang pun ibu hamil yang menginginkan bayi prematur. Semua ibu tentu menginginkan bayi dikandungnya lahir cukup bulan dan sehat. Sayangnya, tidak semua ibu hamil melahirkan dengan harapan tersebut.

Menurut laporan Born too Soon milik The Global Action Report on Preterm Birth dari PBB, Indonesia menduduk peringkat kelima dunia untuk negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia hingga mencapai 675.700 bayi di tahun 2010.

Bayi prematur tidak hanya berukuran lebih kecil daripada bayi pada umumnya, namun mereka juga dapat memiliki berbagai masalah fisik dan perkembangan. Bayi-bayi lahir prematur antara 23 hingga 28 minggu khususnya, memiliki risiko komplikasi tertinggi seperti celebral palsy, ADHD, gangguan kecemasan, serta masalah penglihatan, pendengaran, dan pencernaan.

Baca Juga: 5 Potret Icha Gween, Suka Pamer Body Seksi di Medsos

Mereka juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi dan merupakan berisiko terkena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang tepat terutama terkait perawatan bayi prematur yang cenderung berbeda dengan bayi cukup bulan. Salah satunya adalah masalah nutrisi.

Menurut penuturan Dr. dr. Rinawati Rohsiwatmo, SpA(K), salah satu pendiri unit neonatal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bayi prematur memiliki potensi yang lebih besar untuk terjadinya gagal tumbuh, sehingga pemilihan sumber nutrisi dan perawatan yang tepat bagi bayi prematur menjadi sangat penting.

“ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi terlebih bayi prematur. Dengan pemberian ASI yang benar pada bayi prematur maka dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, persentasenya mencapai 100 persen hingga usia 6 bulan,” tutur dr. Rinawati Rohsiwatmo, dalam acara launching buku ‘ASI untuk Bayi Prematur’ karyanya, di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Baca Juga: Penampilan Lucinta Luna di Video Klip Terbaru yang Dibilang Tiru Agnez Mo


Rina menambahkan, Kandungan ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur sangat lengkap dengan jumlah kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber nutrisi lainnya. ASI mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi, dan mengejar kekurangan berat badan dengan optimal, meskipun diperlukan pula evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan bayi prematur.

Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko malnutrisi seperti gizi buruk dan stunting. Indikatornya bisa dilihat dari perkembangan berat dan tinggi badan bayi. Melihat pentingnya ASI sebagai sumber nutrisi bagi bayi prematur, Rina sebagai neonatologist tergerak untuk meluncurkan buku bertajuk ‘ASI untuk Bayi Prematur’.

“Buku ini hadir agar orang awam dapat mengetahui secara lengkap dan benar terutama seputar pemberian nutrisi pada bayi prematur yang menjadi hal fundamental dalam tumbuh kembang bayi prematur. Tak hanya itu, buku ini juga dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan yang mungkin tidak ahli dalam menangani bayi prematur,” ujar Rina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini