Beban Pembiayaan Pengobatan Capai Rp1,8 Triliun, Apa Upaya Pemerintah Mencegah Thalassemia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 28 481 1983862 beban-pembiayaan-pengobatan-capai-rp1-8-triliun-apa-upaya-pemerintah-mencegah-thalassemia-CNjSMPmZgp.jpg Upaya pemerintah cegah thalassemia (Foto:Ilustrasi/Ist)


KASUS Thalassemia terbilang tinggi di Indonesia. Berdasar data RSCM sampai Oktober 2016, terdapat 9.131 pasien penyakit ini yang terdaftar di seluruh Indonesia.

Masalah ini harus mendapat perhatian banyak pihak. Terlebih, menurut laporan BPJS, pembiayaan thalassemia dari 2014 sampai 2017 mencapai Rp1,8 triliun dan menempati peringkat ke-5 dari seluruh pembiayaan.

"Ini beban buat negara. Sekali pasien thalassemia lahir, dia hanya memiliki harapan hidup rata-rata 10 tahun," terang Staff Khusus Kementerian Kesehatan RI Prof Akmal Taher, Sp.U (K), saat diwawancarai Okezone di Kantor Kemenkes Jakarta, Rabu (28/11/2018).

 Ingin Cepat Hamil? Simak Fakta-Fakta Ovulasi yang Belum Anda Ketahui

Perlu diketahui, kasus thalassemia ini angkanya terus naik. Jika tidak dihambat, maka pasien-pasien baru pun akan terus bermunculan. Makanya, pemerintah diharapkan bisa mencegah kasus ini mulai dari pra-pernikahan.

"Ya, jadi setiap pasangan yang akan menikah, mereka diharapkan bisa melakukan skrining thalassemia dulu supaya tahu kondisi kesehatannya. Sebab, salah satu penyebab thalassemia adalah pernikahan antara pembawa sifat thalassemia mayor," papar dia.

Lalu, apakah upaya pencegahan ini akan menjadi program nasional?

Prof Akmal menjelaskan, pihaknya menginginkan hal tersebut bisa terealisasi. Makanya, dari sini semoga nanti ada rekomendasi ke Kementerian Kesehatan. "Dari situ kemudian akan lebih fokus," sambungnya.

 6 Momen Kulineran Manja Icha Gween, DJ yang Dikaitkan dengan Keretakan Pernikahan Gading-Gisel

Perlu diketahui juga bahwa di Kemenkes, penyakit yang ditangani banyak tapi tidak bisa dipungkiri  bahwa biaya yang dimiliki terbatas. Makanya, Kemenkes pun harus memilih mana yang diprioritaskan.

Di lain sisi, Prof Akmal menegaskan bahwa Kemenkes menginginkan skrining thalassemia pre-marital ini bisa terealisasi. "Tapi, ini bukan bicara uang saja, tapi juga soal sasaran masyarakatnya. Bahkan, harus memikirkan masalah agama, hak asasi manusia, dan banyak hal lainnya. Makanya, strategi harus lengkap," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini