nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertawa 17 Jam Sehari, Ternyata Balita Ini Mengidap Tumor Otak

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 04:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 28 481 1984210 tertawa-17-jam-sehari-ternyata-balita-ini-mengidap-tumor-otak-CwhZRXwrdS.jpg Balita Jack Young idap tumor otak (Foto: Thesun)

SIAPA yang tidak bahagia melihat balita yang tertawa dan tersenyum? Jelas kita semua akan turut merasa bahagia bila ada seorang balita yang tertawa, karena menganggap dia ceria dan senang.

Begitupun kedua orangtua dari seorang balita bernama Jack. Dilansir Okezone dari laman Daily Mail, Kamis (29/11/2018), Gemma dan Ed Young, orangtua Jack awalnya merasa bahagia, karena anak laki-lakinya tampak ceria.

Akan tetapi, makin lama mereka kian curiga dan merasa ada yang salah dengan anaknya. Bagaimana tidak, Jack tertawa terus menerus tidak terkendali sampai 17 jam sehari.

Jack bahkan terus tertawa cekikikan sampai malam hari dan membuat seluruh anggota keluarga cemas, hingga akhirnya melarikan Jack ke rumah sakit. Setelah diperiksa dokter, ternyata Jack terus tertawa akibat dipicu oleh tumor otak yang jinak disebut hamartoma hipotalamus.

tumor otak

Tumor yang tumbuh di otak Jack membuat dia kejang epilepsi gelastic dijuluki kejang tawa. Hamartomo hipotalamus, seperti yang tertulis pada sumber, merupakan penyakit langka, karena hanya ada diidap oleh satu dari 200 ribu orang.

Jack yang masih berusia empat tahun itu, akhirnya dioperasi selama 10 jam untuk menghilangkan pertumbuhan tumornya dan kejang pun berhenti. Setelah tindakan operasi selesai dilakukan ibu Jack pun merasa lega.

jack young

"Kami sangat lelah dan sangat bahagia. Setelah dua tahun yang panjang, para dokter akhirnya bisa mengoperasi Jack dan mengakhiri kejangnya," ungkap ibu Jack.

Nyonya Young menceritakan, dulu tawa Jack kadang-kadang berlangsung selama 30 menit baru berhenti. Tetapi, bisa pula terjadi tanpa henti selama 17 jam, bahkan membangunkannya di malam hari.

"Sungguh melegakan mengetahui apa yang sebenarnya salah dengan dirinya, tetapi begitu memilukan pada saat yang sama untuk berpikir bahwa dia telah melewati semua itu," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini