Butuh Donor ASI? Sebaiknya Perhatikan 5 Hal Ini

Risda Nadiva, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 28 481 1984237 butuh-donor-asi-sebaiknya-perhatikan-5-hal-ini-xVsDRPc3iK.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MOMEN menyusui anak sehabis melahirkan merupakan hal spesial bagi para ibu. Apalagi di saat inilah ikatan emosional antara ibu dan anak terbentuk.

Sayangnya, beberapa ibu mengalami hal sebaliknya, yakni tidak dapat memberikan air susu ibu (ASI). Selain jadi beban bagi ibu, beberapa faktor tertentu seperti menderita sindrom baby blues, pendarahan parah, atau sakit, bisa juga menjadi penyebab ASI tidak keluar.

Menurut Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) saat ditemui di acara peluncuran buku 'ASI untuk Bayi Prematur', ia menyarankan untuk tetap memberikan anak ASI melalui donor ASI. Tentunya untuk memberikan nutrisi pada bayi meskipun bukan dari ibu kandungnya.

 (Baca Juga:Hindari Sindrom Kematian Mendadak Bayi Prematur dengan ASI Ekslusif)

Dokter yang bekerja di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) ini juga menjelaskan jika membutuhkan donor ASI, perlu pengecekan terdahulu terhadap pendonor sebelum ASI diperah.

Pengecekan itu antara lain, tidak menerima transfusi darah dalam 12 bulan terakhir; tidak ada penyakit menular; ASI donor harus sesuai dengan usia bayi, yakni harus kurang dari 6 bulan; tidak ada kontra indikasi saat menyusui; dan tidak mengonsumsi obat-obatan.

Selain keempat poin di atas, dr Rinawati juga mengingatkan sebelumnya untuk menanyakan pada pendonor tentang riwayat keluarganya. Ini penting dilakukan, sebab penyakit keturunan keluarga dan penyakit yang diidap oleh salah satu anggota keluarga bisa saja mengontaminasi ASI pendonor.

“Sifat ASI donor bisa saja terkontaminasi dari riwayat keluarga pendonor ASI,” jelas dokter Rinawati di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

 (Baca Juga:Sembelit, Masalah Kesehatan Kerap Muncul saat Traveling)

Salah satu aktris sekaligus ibu dari anak kembar Cintya Lamusu juga turut hadir bersama salah satu anaknya, Tatiana di acara peluncuran buku tersebut. Ternyata, anaknya mengalami kelahiran prematur dan memakai jasa donor ASI dari dua wanita berbeda.

Mengingat ASI sangat berkhasiat bagi bayi, ia juga menyarankan pada para ibu untuk terus memberi ASI pada anaknya. Sebelumnya, saat proses menyusui anak ia dibantu oleh doker Tiwi yang tampil pada acara tersebut, dialah yang membantu Cintya memerah ASI-nya dan mengeluarkan kolostrum.

“Sangat berharga sekali walau setetes,” pungkasnya. (tam)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini