Bernostalgia tentang Masa Kecil Bisa Kurangi Stres

Pisca Azalea, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 29 196 1984483 bernostalgia-tentang-masa-kecil-bisa-kurangi-stres-UxlrtqmBzT.jpg Mengenang masa lalu bisa bantu atasi stres (Foto:Ist)

STRES adalah hal yang sering dialami sebagian orang ketika merasa tertekan karena masalah pekerjaan atau masalah lainnya. Stres dapat menyebabkan gangguan fisik, emosi, dan perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan, vitalitas, kedamaian pikiran, serta hubungan pribadi.

Sebuah studi terbesar pada tahun 2017, yang meneliti tentang tingkat stres di kalangan penduduk Inggris, menemukan hal yang mengejutkan. Bahwa 74% orang telah merasa kewalahan dengan stres

Memang bukan perkara yang mudah untuk menghilangkan stres yang sedang kita alami. Meskipun begitu kita tetap harus mengatasi stres sebelum konsekuensinya berdampak lebih buruk pada tubuh kita. Lalu bagaimana cara melakukannya?

Dilansir dari Female First, Kamis (29/11/2018), sebuah penelitian terbaru dari 2.000 orang di Inggris yang diteliti oleh Peter Kinderman, seorang profesor psikologi klinis di Universitas Liverpool melihat bahwa orang-orang yang bernostalgia ke masa kanak-kanak dapat membantu mereka merasa lebih tenang dan bahagia, dan lebih berpikir positif tentang masa depan.

(Baca Juga: Pesona Kecantikan Anisha Kalebic, Wanita yang Ditaksir Pangeran Brunei Darussalam)

(Baca Juga: Intip Ramalan Cintamu di Bulan Desember)

(Baca Juga: Request Ingin Make-Up Tahan Lama, Perempuan Ini Malah Tak Bisa Hapus Riasannya)

Satu dari 10 orang mengungkapkan bahwa kenangan masa kecil dapat menyemangati mereka ketika mereka merasa stres, 1 dari 7 orang menyatakan itu membantu mereka rileks dan 1 dari 5 orang merasa lebih termotivasi dan positif ketika mereka memikirkan kenangan indah seperti perjalanan sekolah dan liburan bersama keluarga. Kinderman mengatakan ada alasan untuk menjelaskan bahwa dengan bernostalgia dapat membantu membentuk persepsi tentang dunia di sekitar kita.

"Para filsuf dan psikolog sepakat bahwa apa yang kita ingat seperti konsep diri kita, pemahaman kita tentang diri kita sendiri, orang lain dan cara dunia bekerja semua bergantung pada ingatan kita," kata Kinderman. "Perasaan kita tentang siapa kita, kemampuan kita untuk bahagia dan terpenuhi sangat bergantung pada ingatan kita," tambahnya.

Dia juga melanjutkan penjelasnya bahwa satu metode yang dapat digunakan orang tua untuk membantu anak-anak mereka mempertahankan kenangan indah adalah metode meditasi 5-4-3-2-1. Maksud dari metode ini yakni mendorong mereka untuk memperhatikan lima hal yang dapat mereka lihat, empat hal yang dapat mereka dengar, tiga hal yang dapat mereka rasakan, dua hal yang dapat mereka cium dan satu hal yang dapat mereka cicipi.

Seperti yang dikatakan Kinderman, "kenangan tidak seperti film". Mereka adalah pengalaman multi-indera yang secara alami dapat berubah seiring waktu. Metode 5-4-3-2-1 sering digunakan sebagai cara agar orang yang menderita kecemasan atau stres dapat melupakan pikiran-pikiran tentang masalah mereka.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini