nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Warga Samin Blora Pamerkan Karya Batik dan Aksara Jawa

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 23:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 29 196 1984755 ketika-warga-samin-blora-pamerkan-karya-batik-dan-aksara-jawa-cXeFKAp76m.JPG Warga Samin Blora Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin (Foto: Taufik Budi/Okezone)

KAMPUNG Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Jateng, menjadi salah satu pusat pendidikan dalam upaya pemberantasan buta aksara. Masyarakat Samin yang sudah tua pun, kini telah melek huruf dan bisa menulis.

Tidak hanya itu saja, mereka juga diajari kemandirian ekonomi dengan pelatihan membatik, pembuatan makanan ringan, dan lainnya. Hal itu menjadi sumber pendapatan baru mereka selain bercocok tanam. Semua itu dilakukan dengan tetap mempertahankan budaya dan tradisi setempat.

 (Baca Juga:Pencinta Nasi Padang Merapat, Pemprov Sumbar Gelar Nusantara Marandang Akhir Pekan Ini di Jakarta)

Sesepuh Sedulur Sikep (Samin) Sambongrejo, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo, mengatakan, dukungan beragam kalangan terhadap Kampung Samin terus bermunculan. Kegiatan Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin juga rutin digelar tiap tahun dengan sejumlah acara untuk memeriahkannya.

 

Di antaranya Lomba Kothek'an Lesung, Lomba Parikan, Lomba Membatik, dan Lomba Menulis Aksara Jawa. Tidak hanya diikuti masyarakat Sedulur Sikep (Samin), lomba-lomba tersebut juga diikuti ratusan warga belajar keaksaraan dari seluruh PKBM atau Lembaga Pendidikan Keaksaraan se-Kabupaten Blora.

”Kegiatan ini sekaligus menjadi spirit kami untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat, tidak hanya pemberantasan buta huruf saja namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengenalan budaya tradisional,” terang Mbah Pram, sapaan akrabnya.

 (Baca Juga:Pelaminan Pengantin Melayang Viral, Netizen: Jabat Tangannya Kayak Gimana?)

”Hasilnya ya yang dipertunjukkan pada acara ini, seperti keterampilan membatik, menulis aksara Jawa, musik lesung hingga parikan Jawa. Jika dikemas dengan bagus akan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung,” tambahnya.

Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora, Nuril Huda, sebagai panitia penyelenggara menyebutkan setidaknya ada 500 peserta lomba yang ikut memeriahkan acara Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Kabupaten Blora tahun 2018 ini.

 

”Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD DIKMAS) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan SKB Blora dan Kampung Samin sebagai lokasinya,” terangnya.

Kepala PP PAUD DIKMAS Jawa Tengah Djajeng Baskoro, yang hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan apresiasi kepada warga Samin Sambongrejo yang berpartisipasi melaksanakan pembelajaran masyarakat, khususnya dalam pengurangan buta huruf. Kegiatan itu sekaligus melestarikan tradisi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya.

“Kemajuan zaman memang tidak bisa kita hindari, namun jangan sampai kemajuan itu merusak sendi kehidupan kita. Di sinilah perlu adanya edukasi masyarakat, di mana adat istiadat lah yang bisa memfilternya,” ujarnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu dilaksanakan di beberapa venue sekitar Pendopo Kampung Samin Sambongrejo. Turut dipamerkan berbagai produk hasil kerajinan masyarakat setempat berupa batik, aneka makanan ringan, dan suvenir kaus.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini