nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Penyakit Jantung Tapi Nekat Ikut Maraton, Apa Kata Dokter Ahli?

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 10:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 29 481 1984383 punya-penyakit-jantung-tapi-nekat-ikut-maraton-apa-kata-dokter-ahli-RLVyJAxO7C.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERLARI merupakan salah satu olahraga yang paling murah dan sederhana. Alhasil banyak sekali masyarakat yang melakukan olahraga ini setiap pagi demi alasan kesehatan.

Berlari sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Ada lari-lari kecil atau biasa disebut jogging, namun ada pula lari cepat yang kerap disebut sprint. Setiap macam lari, tentu memiliki dampak tersendiri bagi tubuh.

Sebagaimana diketahui, berlari termasuk dalam kategori high intensity excercise, di mana jantung akan berdenyut sangat cepat sekali. Oleh sebab itu tingkat risiko cidera untuk dialami masyarakat sangatlah besar.

Baca Juga: Hasil Penelitian, Orang-Orang dengan Kepribadian Ini Terancam Kaya

Karena olahraga berat memiliki risiko cidera yang besar, bahkan dapat menyebabkan kematian, Indonesia Sport Medicine Center, dr. Andi Kurniawan, SpKO, menegaskan tidak semua masyarakat bisa melakukannya. Hal ini tidak boleh dilakukan apabila seorang dokter telah melarangnya.

“Mereka yang dibilang sama dokter memiliki keluhan penyakit jantung, atau dilarang sama dokter untuk melakukan olahraga berat. Artinya dokter memiliki diagnosa kepada orang tersebut untuk menghindari terjadinya sakit jantung,” tegas dr. Andi, saat dijumpai Okezone.

Tentunya olahraga berintensitas tinggi, seperti lari, tidak dianjurkan bagi para pengidap penyakit jantung. Apalagi jika ingin mengikuti perlombaan atau maraton.

“Lari adalah olahraga intensitas tinggi di mana jantung berdenyut dengan kencang sekali. Mereka yang bermasalah dengan jantung tidak direkomendasikan untuk latihan atau bahkan mengikuti lomba maraton,” lanjutnya.

Baca Juga: Transformasi Penampilan Oksana Voevodina, Miss Moscow yang Kini Berhijab setelah Jadi Mualaf

Meski demikian, bukan berarti para penderita penyakit jantung tidak bisa berolahraga sama sekali. Mereka masih bisa berolahraga hanya saja dengan porsi yang berbeda dan dengan latihan tertentu.

“Para pengidap penyakit jantung masih bisa berolahraga, tetapi dengan batasan tertentu, dengan kecepatan tertentu, dengan durasi tertentu serta latihan tertentu,” imbuhnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini