Share

Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diam-Diam Mematikan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 29 481 1984576 mengenal-pneumonia-penyakit-yang-diam-diam-mematikan-CNwg2IBsSU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan pneumonia. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia ini menyumbangkan kematian yang cukup banyak di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kasus pneumonia di Indonesia menyebabkan banyak kematian pada balita, disusul oleh golongan manusia lanjut usia. Namun, hingga saat ini masih masyarakat masih belum serius dalam menanggapi penyakit ini.

Banyak orang awam merasa bingung apa perbedaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan pneumonia. Menjawab hal itu dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K) mencoba menjelaskannya. Menurut dr. Darmawan, ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang mencakup pneumonia. Jadi secara tidak langsung pneumonia adalah bagian dari ISPA.

 (Baca Juga:Berapa Lama Harapan Hidup Penderita Diabetes?)

Pneumonia diawali dengan selesma, infeksi virus pada sistem pernapasan yang hampir sama dengan flu. Ada yang bisa disembuhkan, namun ada juga yang meradang sampai ke arteri paru. Jadi jika anak mengalami selesma, maka berhati-hatilah karena bisa berkembang menjadi pneumonia.

 

Bila radang mencapai paru, maka tubuh akan kekurangan oksigen. Jadi tubuh bernapas dengan lebih cepat dan akan meningkatkan kedalaman napas untuk bisa menghirup oksigen.

Menurut data yang diperoleh pada 2015, sebanyak 5,9 juta balita meninggal dan 15% (935.000), di antaranya karena pneumonia. Sebanyak 99% kematian pneumonia pada anak terjadi di negara berkembang.

Pneumonia di negara maju disebabkan oleh virus, sementara di negara berkembang disebabkan oleh bakteri. Menurut penelitian, pembunuh balita nomor satu di dunia adalah pneumonia, disusul dengan diare.

 (Baca Juga:Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh Disertai Sesak, Waspada Terkena Pneumonia!)

“Orang yang meninggal karena pneumonia paling tinggi di usia balita dan golongan lanjut usia. Pembunuh balita nomor satu adalah pneumonia disusul dengan diare. Bahkan pasien HIV juga banyak yang meninggal karena pneumonia,” tutur dr. Darmawan, saat ditemui Okezone, Kamis (29/11/2018).

Tak hanya selesma, penyakit lainnya yang dianggap sepele seperti campak juga bisa dengan mudah mengalami infeksi pneumonia. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan bisa aktif untuk mendeteksi dini terhadap penyakit mematikan ini.

“Campak bisa menyebabkan pneumonia. Atau orang yang mengalami campak akan sangat mudah mengalami infeksi pneumonia. Namun tidak ada perhatian yang memadai terhadap penyakit mematikan ini,” tuntasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini