nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Kelebihan dan Kekurangan Gizi pada Anak-Anak

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 21:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 29 481 1984768 penyebab-kelebihan-dan-kekurangan-gizi-pada-anak-anak-WnUk1F1HTD.jpg Ilustrasi (Foto: Midwestdairy)

SAAT ini, kebutuhan gizi untuk anak-anak di seluruh dunia dapat dibilang bukan hal yang sulit untuk didapatkan. Namun masih ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak mengalami kelebihan atau kekurangan gizi.

Salah satunya adalah ketidakseimbangan konsumsi makanan pada anak-anak. Hal ini diungkapkan oleh Roel van Neerbos, President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina yang dalam waktu dekat akan memulai studi Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II).

“Gizi yang baik adalah faktor penting untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan anak. Kita bisa melihat bahwa banyak anak-anak di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan over or undernutrition (kelebihan atau kekurangan gizi)," ungkap Roel van Neerbos dalam keterangan resminya, Kamis (29/11/2018).

 (Baca Juga:Penasaran Kenapa Bisa Alami Deja Vu? Ini 4 Alasan Utamanya)

Royal FrieslandCampina sendiri merupakan perusahaan susu global yang akan melanjutkan kembali salah satu studi gizi terbesar dengan melibatkan lebih dari 18.000 anak di Asia Tenggara, dari empat negara, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

 

Studi SEANUT II adalah sebuah studi mendalam tentang gizi anak yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan status gizi anak Indonesia. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggandeng universitas terkemuka.

Informasi yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini antara lain data-data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun. Karena tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini, studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

 (Baca Juga:Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diam-Diam Mematikan)

Di Indonesia, studi ini akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan FrieslandCampina. Diharapkan pada 2021, hasilnya dapat digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia menyambut baik adanya studi kesehatan ini untuk mendapatkan temuan-temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di Indonesia.

 (Baca Juga:Pendarahan di Area Tubuh Ini Bisa Menjadi Tanda Hipertensi)


"SEANUTS pertama mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi). Penelitian ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas protein untuk mendapatkan informasi atau data yang lebih mendalam tentang kemungkinan perannya terkait dengan masalah ini," jelas Prof. Rini.

Roel van Neerbos melanjutkan, penelitian ini juga melibatkan Frisian Flag bersama pemerintah, LSM, dan berbagai organisasi profesi kesehatan untuk mendidik dan menginspirasi keluarga untuk mengadopsi gaya hidup sehat.

"Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini