nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontroversi Peremajaan Vagina, Amankah Dilakukan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 20:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 29 485 1984664 kontroversi-peremajaan-vagina-amankah-dilakukan-6IfjYKjbA2.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KINI muncul sebuah tren di mana Anda yang sudah melahirkan bisa memiliki vagina seperti perawan lagi. Perawatan ini dinamakan rejuvenation vagina atau peremajaan vagina.

Tekniknya beragam, mulai dari invasif, semi-invasif, hingga non-ivasif. Dari tiga teknik ini, masing-masing memiliki risiko yang juga perlu menjadi catatan Anda yang ingin mencoba perawatan ini.

Banyak alasan kenapa akhirnya perempuan tertarik menjajal perawatan ini. Salah satu yang paling diincar adalah kepercayaan diri. Sebab, setelah perempuan melahirkan, banyak perubahan yang terjadi pada Miss V.

Tapi, tahukah Anda bahwa pada 30 Juli 2018, FDA sempat memberi tanda darurat untuk perawatan yang satu ini. Alasannya adalah adanya kekhawatiran yang mungkin terjadi setelah perempuan melakukan treatment ini. Terlebih, perawatan ini masih belum matang dalam hal penelitian dan hasilnya.

Namun, dijelaskan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG, sikap FDA ini tidak kemudian bisa ditelan mentah-mentah. Terlebih jika Anda mengacu pada data penanganan peremajaan vagina ini di Amerika.

Menurut badan American Society for Aesthetic Platic Surgery (ASAPS), jumlah perempuan yang melakukan labiaplasty di Amerika Serikat dari 2012 sampai 2017 mengalami peningkatan sebesar 217,3 persen. Peningkatan ini terbilang paling besar dibandingkan dengan jenis operasi plastik apa pun selama kurun waktu tersebut.

Baca Juga: Pesona Kecantikan Anisha Kalebic, Wanita yang Ditaksir Pangeran Brunei Darussalam)

(Baca Juga: Intip Ramalan Cintamu di Bulan Desember)

(Baca Juga: Request Ingin Make-Up Tahan Lama, Perempuan Ini Malah Tak Bisa Hapus Riasannya)

"Benar bahwa FDA memberi peringatan untuk perawatan yang satu ini. Hal itu karena pernah ada kasus sinekia vagina di mana vagina pasien lengket dan tertutup secara permanen. Tapi, kasus ini terjadi hanya 2 kali dari sekian ratus ribu treatment yang sudah dilakukan," papar dr Yeni pada Okezone, belum lama ini.

dr Yeni menegaskan bahwa FDA tidak melarang sebetulnya. Hanya saja FDA menekankan untuk semua perempuan yang tertarik menjajal treatment ini harus tahu siapa dokter yang akan melakukan tindakan.

"Anda juga mesti kritis dan tahu betul siapa dokter yang akan melakukan tindakan kepada vagina Anda. Jangan kemudian orang yang tidak dilandasi keilmuan yang tepat, ini yang kemudian membuat kasus seperti sinekia vagina terjadi," papar dr Yeni.

dr Yeni juga menjelaskan bahwa Anda yang tertarik menjajal treatment ini mesti sadar betul bagaimana kondisi tubuh dan vagina Anda secara khusus. Jika memang punya masalah, sebaiknya diselesaikan hingga kelar. "Kami melakukan tindakan rejuvenation vagina ini hanya untuk perempuan yang sehat dan vagina dalam kondisi super sehat dan bersih," ungkapnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini