nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Peremajaan Miss V untuk Perempuan yang Sudah Menikah

Yosua Tobing, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 611 1984508 pentingnya-peremajaan-miss-v-untuk-perempuan-yang-sudah-menikah-WDKGAAbCDk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MISS V atau vagina adalah bagian paling sensitif dari wanita. Zaman sekarang, wanita tidak hanya peduli untuk merawat bagian-bagian yang terlihat saja, tapi vagina juga diperhatikan.

Peremajaan vagina (vaginal rejuvination) pada hakekatnya adalah kebutuhan esensial bagi wanita yang membutuhkan perawatan miss V sebagai dampak perubahan anatomi organ intim tersebut dalam fase-fase kehidupan.

Pada Seminar Media Barned Women’s Clinic Dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG (K), M.SC, Ceo Bamed Group menjelaskan bahwa para kaum wanita harus menyadari pentingnya melakukan pemerajaan miss V. Pemerajaan ini penting dilakukan terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan melahirkan.

“Kami melakukan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya melakukan pemerajaan vagina serta manfaatnya dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup,” ujar Dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG (K), M.SC di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat baru-baru ini.

(Baca Juga: Intip Ramalan Cintamu di Bulan Desember)

Tindakan peremajaan vagina baik secara non-invasif, semi-invasif, maupun invasif terbukti dapat memperbaiki jaringan Miss V, kelenturan dinding Miss V, meningkatkan sensasi saat bersetubuh, memperbaiki kulit labia yang mengendur dan tidak kenyal yang secara keseluruhan dapat meingkatkan kualitas hidup perempuan.

konsultasi

“Prosedur non-invasif sifatnya tidak melukai permukaan kulit dan mukosa Miss V. Keunggulannya ialah tingkat kesulitannya yang lebih rendah serta dapat dilakukan secara sadar dan nyaman. Selama tindakan berlangsung, pasien akan merasakan kenaikan temperatur tersebut dibutuhkan untuk memicu pengencangan yang dimaksud, durasinya sendiri hanya akan memakan waktu selama 20 menit.” Ujar dr, Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan yang berpengalaman dalam bidang ginekologi estetika.

Baca Juga: Pesona Kecantikan Anisha Kalebic, Wanita yang Ditaksir Pangeran Brunei Darussalam

Setalah tindakan non-invasif, pasien diizinkan untuk langsung pulang dan bisa beraktivitas, seperti berolahraga bahkan pasien pun dapat langsung berhubungan intim dengan pasangan. Namun demikian, prosedur non-invasif sebaiknya tidak dilakukan saat masa Premenstrual Syndrome (PMS) karena biasanya tubuh akan lebih sensitif, sehingga treatment ini akan terasa kurang nyaman dilakukan pada area sensitif.

Prosedur ini bersifat tidak permanen, tetapi dapat dilakukan proses touch up secara berkala, yaitu antara 6 sampai 24 bulan tergantung kebutuhan. Seperti layaknya penggunaan teknologi Radio Frequency sebagai upaya anti-penuaan terhadap wajah, peremajaan miss V secara non-invasif juga menggunakan prinsip yang sama untuk perawatan labia remodeling, labia majora tightening, labia majora brightening serta vaginal tigtening atau pengencangan Miss V.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini