nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Vape Lebih Sehat? Pendapat Dokter Ini Buktikan Sebaliknya

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 10:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 30 481 1984915 benarkah-vape-lebih-sehat-pendapat-dokter-ini-buktikan-sebaliknya-zlwBFatcmH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VAPE atau biasa disebut dengan rokok elektrik merupakan salah satu tren merokok zaman sekarang. Banyak yang mulai beralih menghisap vape ketimbang rokok konvensional, dengan alasan lebih sehat.

Berdasarkan data yang diperoleh, pengguna rokok elektrik pada remaja di Indonesia pada 2011 berdasarkan global Youth Survey adalah sebesar 0,3 persen. Banyak yang mengatakan bahwa vape lebih aman ketimbang rokok konvensional.

Pada kenyataannya, rokok elektrik tetap menghasilkan nikotin. Hanya saja dalam bentuk uap dan bukan asap. Persamaan lainnya antara rokok elektrik dengan konvensional adalah bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Pesona Kecantikan Anisha Kalebic, Wanita yang Ditaksir Pangeran Brunei Darussalam

Kedua jenis rokok ini, mengandung bahan karsinogen dan bahan oksidatif (radikal bebas). Bahan yang terdapat pada catridge rokok elektrik juga mengandung karsinogen seperti propylene, glycol, gliserol formaldehid.

Dr. dr. Nastiti Kaswandani, SpK(A) pun membenarkan pernyataan tersebut. Menurutnya vape sama bahayanya dengan rokok konvensional. Banyak zat terdapat dalam vape yang bisa menyebabkan pneumonia.

“Siapa bilang vape aman? Vape malah dapat meningkatkan kerentanan terhadap bakteri penyebab pneumonia. Rokok elektrik juga dapat meningkatkan patogen yang resisten dan kebal terhadap obat,” tutur dr. Nastiti, saat dijumpai Okezone.

Baca Juga: Beda 10 Tahun Priyanka Chopra dan Nick Jonas, Ini Keuntungan Nikahi Wanita Lebih Tua

Saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa vape bisa dijadikan alat bantu bagi seseorang yang kecanduan merokok agar mudah berhenti. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk menghisap vape sebelum akhirnya berhenti total.

Akan tetapi, menurut World Health Organization (WHO), dalam konferensi WHO Framework Convention on Tobacco Control 2014, menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti yang menyatakan rokok elektrik dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini