Jangan Paksa Bayi Minum Susu Terus, Ini 7 Gangguan Kesehatan yang Bisa Terjadi

Noor Chotijah , Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 30 481 1985024 jangan-paksa-bayi-minum-susu-terus-ini-7-gangguan-kesehatan-yang-bisa-terjadi-Xpd5cBUVe9.jpg Bayi minum susu (Foto: Motherandbaby)

SEBAGAI ibu, kita selalu cenderung khawatir untuk memberikan asupan makanan pada sang bayi, karena hal yang dilakukan hanya untuk kesehatannya dan pertumbunhan baik sang buah hati. Sebagian besar waktu menjadi obsesi sehingga kita akhirnya memberikan makanan yang berlebih pada bayi.

Biasanya hal berlebih ini akan terjadi pada seorang ibu yang baru pertama kalinya memiliki anak. Pasti akan menimbulkan rasa bingung untuk dapat mengetahui berapa banyak yang harus diberikan kepada anak-anak mereka selama tahun pertama kehidupannya.

Apalagi jika sang bayi menangis selalu terpikirkan untuk memberikan susu agar cepat membaik, padahal belum tentu bahwa ia itu lapar dan menginginkan asupan. Namun, hati-hati jangan sampai bayi Anda terlalu banyak minum ASI dan tambahan susu formula lainnya.

 BACA JUGA:

Hari Ini, Para Finalis Miss World 2018 Jalani Sesi Fast Track Sport

Maka untuk saat ini para ibu di rumah harus memperhatikan tumbuh kembang bayi yang baik, dan jangan sampai lalai dengan asupan yang diberikan. Kenali tanda-tanda si bayi yang memiliki kelebihan makanan dan konsumsi susu, dilansir dari Bold Sky, Jumat (30/11/2018).

 

Bertambah berat badan

Banyak orang tua tampaknya sangat bangga ketika anak-anak mereka cenderung terlihat gemuk dibandingkan dari bayi lain dengan usia yang sama. Namun, pernahkah Anda berpikir apakah ini benar-benar dapat menunjukkan bayi mengalami obesitas? Tidak seperti pada orang dewasa, karena bayi terus tumbuh, mereka membutuhkan peningkatan berat rata-rata dalam jumlah tertentu setiap bulan.

Karena mereka tidak dapat membakar kalori pada fase ini, akhirnya bayi akan lebih mudah gemuk. Saat asupan sudah berlebih bayi akan gumoh, maka hal itu bisa menurunkan berat badannya.

Perubahan kotoran

Kotorannya dan bau busuk berlebih juga bisa menjadi indikasi apakah bayi Anda terlalu sering mengonsumsi makanan tidak seimbang. Saat memberikan tambahan susu formula kotoran bayi akan terlihat seperti selai kacang yang padat, sehingga berwarna coklat kehijauan atau kuning.

Keseringan buang angin

Ketika usus bayi kewalahan karena terlalu banyak makan, itu bisa menyebabkan produksi gas berlebih. Bayi tidak mampu mencerna jumlah tambahan susu formula yang diberikan kepadanya, produksi buang angina yang berlebihan menyebabkan kolik dan tangisan tiada henti.

Regurgitasi

Meludah saat makan yang berat mungkin menandakan bahwa bayi Anda sedang kekenyangan. Apalagi jika bayi sudah menolak asupan sendok atau botol susu saat ingin diberikannya, maka segera hentikan sebelum bayi menangis karena terpaksa.

Bersendawa Berlebihan


Keseringan bersendawa terjadi ketika udara berlebihan tertelan. Saat bayi makan lebih banyak daripada biasanya, maka mereka juga menelan lebih banyak udara yang ikut masuk saat membuka mulut. Jika sendawa sudah diikuti dengan keluarnya ludah yang cukup banyak maka perut bayi sedang kekenyangan.

 

Keseringan buang air

Aturan ideal yang berlaku untuk memeriksa apakah bayi Anda diberi makan dengan benar adalah mengganti empat hingga lima popok basah setiap hari, hal itu juga bisa terlihatnya asupan yang cukup untuk bayi.

 BACA JUGA:

Hindari Salah Ambil Keputusan dengan 4 Trik Berikut, Cuma Butuh 1 Menit Loh

Perut tidak nyaman

Perut masalah yang cukup umum pada bayi yang overfeed, hal ini juga sering terjadi pada orang dewasa yang sedang mengalami kelebihan makan. Masalah yang timbul karena asupan yang berlebih adalah kram perut, diare, kembung, dan kejang usus. Ketidaknyamanan seperti itu bisa menjadi penyebab sakit parah pada bayi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini