Moms Harus Tahu, Ini 4 Efek Jangka Panjang Tontonan Horor bagi Anak

Risda Nadiva, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 01 196 1985412 moms-harus-tahu-ini-4-efek-jangka-panjang-tontonan-horor-bagi-anak-i1ZGjvXcIA.jpg Ilustrasi (Foto: Parents Magazine)

JIKA Anda menonton film horor, tentunya akan timbul rasa takut sampai menjerit-jerit ketika melihat adegan menyeramkan. Namun, bukan hanya orang dewasa saja yang bisa merasa ketakutan melihat adegan film tersebut, anak kecil yang menontonnya juga bisa terkena dampaknya.

Melansir Livestrong pada Sabtu (1/12/2018), anak kecil dan remaja juga bisa terkena efek negatif akibat menonton film horror. Meski mereka mungkin belum mengerti suatu adegan dalam film, tapi akibatnya bisa berjangka panjang.

Lalu, apa saja akibat yang ditimbulkan?

Gangguan tidur

Tidak jarang sehabis menonton film horror, baik dewasa maupun anak-anak akan merasa ketakutan. Serignkali mereka membayangkan hal menyeramkan seperti hantu, bayang-bayang ketika menutup mata, bahkan mimpi buruk. Ini bukanlah masalah ringan, sebab bisa saja mereka menderita berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan menahun.

Cobalah minimalkan tontonan horror pada anak dan biarkan mereka tenang. Atasi gangguan tidur pada anak dengan memberikannya boneka favorit. Jika cara ini tidak berhasil, sebaiknya hubungi terapis ahli.

anak tak bisa tidur

Fobia dan sering cemas

Menurut teori perkembangan Swiss, Jean Piaget, perkembangan kognitif didasarkan pada skema atau cara memahami sesuatu. Ketika tumbuh dan belajar, skema mereka berubah. Banyak anak dan remaja belum siap untuk menempatkan film horor dalam perspektif., yang menyebabkan mereka gelisah atau menderita fobia. Mereka juga belum bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan.

Baca Juga: Pengidap HIV Bisa Hidup Lebih Panjang daripada Orang yang Negatif HIV

Katarsis simbolik

Meskipun tersisa risiko efek negatifnya, film horor juga memiliki peran penting dalam proses perkembangan anak. Efek jangka panjang menonton film horor bagi anak bisa berdampak pada pola pikirnya. Sebab, anak-anak masih ingin terus mengeksplorasi diri mereka terhadap apa yang ditonton.

Mereka juga terus terdorong akan rasa takutnya ke tingkatan yang lebih parah. Meskipun secara usia mereka belum mengerti, tapi berbagai adegan yang muncul bisa memengaruhinya.

Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Penularan HIV/AIDS Ini Wajib Kamu Ketahui!

Agresi dan kekerasan

Selain musik, video game, film dapat menampilkan perilaku kekerasan. Anak kecil umumnya meniru kelakuan dari yang dilihatnya. Kekerasan grafik bercampur dengan adegan dewasa juga bisa mengganggu pikiran anak.

Menurut WebMD, film-film sadis berpotensi merusak kepekaan anak terhadap kekerasan di kehidupan nyata. Kelompok pengawas Common Sense Media menyarankan untuk menghindari tontonan yang sifatnya demikian sampai berusia 16 tahun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini