nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mitos dan Fakta tentang Penularan HIV/AIDS Ini Wajib Kamu Ketahui!

Alma Dwi, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 06:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 01 481 1985366 mitos-dan-fakta-tentang-penularan-hiv-aids-ini-wajib-kamu-ketahui-6ac7acFyVN.jpg

HARI ini tepatnya 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Dunia. Sayangnya, sebagian besar orang yang terinfeksi HIV bahkan tidak menyadarinya karena kurangnya pengetahuan tentang gejala-gejalanya.

Deteksi dini penyakit ini sangat penting dalam mendapatkan perawatan tepat waktu dan membantu dalam mengendalikan penyebaran virus.

Ada banyak mitos atau kesalahpahaman umum tentang penularan HIV. Penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana penularannya, untuk melindungi diri kita dari virus mematikan ini. Melansir Medical News Today, berikut adalah mitos dan faktanya.

1. Seseorang dapat tertular HIV dari menyentuh seseorang yang memilikinya


Fakta: Orang tidak dapat menularkan atau mengidap HIV hanya dengan menyentuh. Berjabat tangan, memeluk, memerah, atau jenis kontak fisik lainnya tidak akan menularkan virus. Seseorang hanya dapat tertular virus jika mereka bersentuhan dengan cairan dari seseorang yang sudah terinfeksi HIV, seperti darah, ASI, pra-seminal, dubur, air mani dan vagina.

Cairan ini harus bersentuhan dengan selaput lendir orang lain, seperti di rektum, vagina, penis, atau mulut seseorang yang mengidap HIV. Penularan juga bisa terjadi melalui kulit yang rusak atau dengan menggunakan jarum yang terinfeksi.

2. Seseorang dapat tertular HIV dari serangga dan hewan yang terinfeksi


Fakta: Beberapa orang percaya bahwa mereka dapat tertular HIV dari serangga yang terinfeksi. Sementara serangga dapat menularkan beberapa penyakit, namun HIV bukanlah salah satunya. Untuk menularkan HIV, nyamuk atau serangga lain harus menggigit orang dengan HIV, kemudian menyuntikkan darah kembali ke tubuh orang lain.

Serangga tidak menyuntikkan kembali darah tua ke orang baru, jadi mustahil bagi mereka untuk menularkan HIV. Sementara bentuk lain dari penyakit, seperti virus immunodeficiency kucing (FIV), memang ada, HIV hanya mempengaruhi manusia. Demikian pula, manusia tidak dapat mengontrak FIV, yang mempengaruhi kucing, atau virus imunodefisiensi lainnya pada hewan.

3. Seseorang dapat tertular HIV dari air yang terinfeksi


Fakta: HIV tidak dapat bertahan hidup di air. Akibatnya, seseorang tidak dapat terkena virus dari berenang, minum, mandi atau kegiatan lain yang melibatkan air. Juga, seseorang tidak dapat tertular HIV dari air liur, keringat atau air mata seseorang dengan HIV.

4. Jika pasangan mengidap HIV, maka tidak perlu melindungi diri mereka sendiri


Fakta: Strain HIV itu berbeda. Oleh karena itu, jika seseorang dan pasangan mereka memiliki dua jenis HIV yang berbeda, mereka dapat mengirimkan satu sama lain.

Seseorang juga masih bisa menularkan infeksi menular seksual dari seks tanpa kondom. Menggunakan kondom atau bentuk perlindungan penghalang lain saat berhubungan seks dan mengonsumsi obat antiretroviral untuk mencegah penularan HIV sangat penting. Ini adalah kasus jika kedua pasangan sudah memiliki HIV.

5. Transfusi darah meningkatkan risiko HIV


Fakta: Para dokter di Amerika Serikat dan banyak negara maju lainnya secara ketat menguji suplai darah untuk berbagai kondisi yang berhubungan dengan darah, termasuk HIV. Di sisi lain, para peneliti memastikan seseorang tidak dapat tertular HIV dari donor organ dan jaringan.

(Baca Juga: Pesona Kecantikan Anisha Kalebic, Wanita yang Ditaksir Pangeran Brunei Darussalam)

6. Seseorang kemungkinan kecil dapat tertular HIV dari seks oral atau ciuman bibir

Fakta: Dokter menganggap penularan HIV melalui ciuman mulut terbuka (French kissing) dan seks oral jarang tetapi mungkin. Selama seks oral, menempatkan mulut pada penis, vagina, atau anus dapat berpotensi mengekspos seseorang ke cairan yang terinfeksi yang bisa masuk ke selaput lendir di mulut.

Sementara risiko tertular HIV sebagai akibat dari seks oral adalah rendah, seseorang masih dapat mengambil langkah untuk melindungi diri mereka sendiri jika pasangan mereka memiliki HIV.

Untuk mencegah penularan, dokter merekomendasikan seks monogami dengan pasangan yang memakai terapi antiretroviral secara konsisten. Terapi antiretroviral dapat mengurangi tingkat virus seseorang sehingga HIV tidak dapat ditransmisikan.

Cara penularan lain yang jarang adalah ciuman dalam dan terbuka. Seseorang tidak dapat tertular HIV dari mencium seseorang di pipi atau bahkan di bibir. Namun, jika berciuman dengan mulut terbuka membuat mereka terkena luka atau gusi berdarah dari orang dengan HIV, mereka bisa tertular virus. Penting untuk dicatat bahwa HIV tidak ditularkan melalui air liur tetapi melalui darah di mulut seseorang.

7. Seseorang tidak dapat tertular HIV dari jarum lama

Fakta: HIV dapat bertahan hidup dalam jarum hingga 42 hari. Tidak ada cara aman untuk berbagi jarum. Seseorang harus menggunakan jarum baru setiap kali mereka menyuntikkan diri dengan obat resep atau rekreasional.

Dengan menghilangkan mitos dan mengetahui fakta-fakta tentang HIV dan AIDS, lebih banyak orang dapat mencari diagnosis dan pengobatan lebih awal untuk menjalani hidup yang panjang dan sehat.

(Baca Juga: 10 Menu Kuliner Paling Populer di 2018, Mana Favorit Anda?)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini