nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Sebut Olahraga Lari sebagai Pilihan Kalau Ingin Awet Muda

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 02:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 01 481 1985577 peneliti-sebut-olahraga-lari-sebagai-pilihan-kalau-ingin-awet-muda-FzI3oFib9c.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

OLAHRAGA telah diketahui memberi banyak manfaat. Tak hanya sekadar menjaga kesehatan dan membuat tubuh tetap bugar, olahraga diklaim dapat memperlambat proses penuaan. Namun untuk merasakan manfaat tersebut, tentu jenis olahraga yang dilakukan juga harus diperhatikan.

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal mendapatkan fakta yang berkaitan dengan jenis latihan. Para peneliti dari Universitas Leipzig di Jerman menilai dampak dari berbagai bentuk latihan terhadap tubuh manusia. Mereka membandingkan efek latihan daya tahan, HIIT, dan ketahanan.

 (Baca Juga:Jo Yoon Hee Bongkar Rahasia Bisa Dapatkan Bentuk Tubuh Ideal Usai Melahirkan)

Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dan melibatkan 266 sukarelawan. Peserta penelitian masuk dalam kategori sehat dan diminta mengambil bagian untuk berlatih tiga kali seminggu dengan jenis olahraga berbeda. Masing-masing peserta secara acak menetapkan salah satu dari tiga bentuk latihan yang ditentukan atau dimasukkan ke dalam kelompok kontrol.

 

Pelatihan ketahanan melibatkan aktivitas berjalan dengan durasi lumayan lama. Lalu pelatihan HIIT terdiri dari pemanasan, diikuti dengan berlari interval, dan pelatihan perlawanan seperti crunches, menekan dada, serta ikal kaki. Selanjutnya para peneliti menganalisis sel darah putih peserta yang dari awal penelitian, beberapa hari setelah penelitian, dan akhir penelitian.

 (Baca Juga:Tas dari Tenun Troso Jepara Ikut Ramaikan Pameran di Belanda)

Para peneliti mencatat terjadi peningkatan aktivitas telomerase lebih besar dan telomer lebih panjang di sel darah putih pada peserta yang melakukan pelatihan ketahanan dan HIIT. Telomer adalah peregangan DNA yang dapat ditemukan di ujung kromosom dan memengaruhi cara manusia menua.

“Temuan utama kami adalah bila dibandingkan dengan awal penelitian dan kelompok kontrol, aktivitas telomerase dan panjang telomer meningkat pada peserta yang melakukan pelatihan ketahanan dan intensitas tinggi. Peningkatan itu berperan penting dalam penuaan sel dan kapasitas regeneratif," kata Profesor Ulrich Lauds, salah satu penulis penelitian seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (3/12/2018).

Dengan hasil ini, peneliti mengambil kesimpulan berlari di udara yang segar dapat menjadi jenis olahraga menguntungkan untuk memperlambat penuaan. Berlari juga dapat membantu membangun tulang yang kuat dan memperkuat otot-otot.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini